Tiga Kecamatan di Bireuen Potong ADG Rp 11,5 Juta/Desa
Tiga kecamatan di Bireuen, yaitu Simpang Mamplam, Peusangan Siblah Krueng, dan Gandapura ‘memotong’ alokasi
* Ketua AGKB: Itu Kesepakatan Bersama
BIREUEN - Tiga kecamatan di Bireuen, yaitu Simpang Mamplam, Peusangan Siblah Krueng, dan Gandapura ‘memotong’ alokasi dana gampong (ADG) tahap I Rp 11,5 juta/desa untuk peningkatan kapasitas keuchik serta perangkat desa plus biaya perjalanan dinas ke Lombok Tengah. Meski ada perangkat desa yang keberatan, namun menurut pihak kecamatan program itu sudah masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja gampong (APBG) masing-masing desa.
Menurut laporan yang diterima Serambi, ADG tahap I di Bireuen mulai cair Senin (2/5). Namun ada tiga kecamatan yang memotong Rp 11,5 juta/desa.
Camat Simpang Mamplam Bireuen, Erry Seprinaldi SSTP SSos MSi yang ditanyai Serambi menyangkut pemotongan itu mengatakan, dalam pengajuan Rencana APBG masing-masing keuchik sudah mencantumkan anggaran untuk berbagai kebutuhan termasuk untuk pelatihan peningkatan kapasitas keuchik dan perangkat desa.
Camat Erry merincikan, anggaran peningkatan kapasitas keuchik Rp 4.500.000/desa dan biaya perjalanan dinas atau studi banding termasuk uang saku keuchik ke Lombok Tengah Rp 7.000.000/desa.
Saat penarikan dana ADG tahap I, kedua pos anggaran tersebut dikumpulkan di kantor camat dan nantinya dikelola pihak ketiga selaku penanggungjawab. Mengenai ada perangkat desa yang keberatan, Erry mengatakan tidak ada masalah, namun anggaran tersebut tidak bisa ditarik maupun digunakan untuk keperluan lain karena sudah tercantum dalam RAPBG masing-masing gampong.
Tanggapan juga disampaikan Camat Gandapura, Yusri. Menurutnya, program peningkatan kapasitas dan perjalanan dinas ke Lombok Tengah sudah disetujui seluruh kepala desa dan tidak ada masalah sama sekali, dananya Rp 11,5 juta/desa dipotong melalui dana ADG tahap I.
Menurut Camat Yusri, pihaknya belum menerima laporan adanya perangkat desa yang keberatan dengan pemotongan tersebut. Dia membenarkan dana tersebut ditahan di kantor camat dan nantinya diserahkan kepada pengelola di tingkat kabupaten.
Camat Peusangan Siblah Krueng, Armadi SH yang juga dimintai tanggapannya mengatakan, dari 21 keuchik di desanya hanya satu yang tidak berangkat karena berhalangan. Armadi merincikan, uang sebesar itu untuk bimtek, tiket pesawat, ongkos bus dari Bireuen ke Kualanamu termasuk uang saku keuchik selama empat hari Rp 1 juta/orang.
Ketua Asosiasi Geuchik Kabupaten Bireuen (AGKB), Sofyan Noor kepada Serambi mengatakan, pengalokasian dana untuk peningkatan kapasitas dan perjalanan dinas ke Lombok Tengah merupakan kesepakatan keuchik dan camat tiga kecamatan.
Untuk kegiatan tersebut diambil dari ADG tahap I. Rencana perjalanan ke Lombok pada 9 Mei mendatang. Dana tersebut bukan dipotong tetapi dikumpulkan di kantor camat untuk pengurusan berbagai hal mulai dari booking tiket, ongkos bus dari Bireuen ke Kualanamu dan biaya lainnya dengan jumlah keseluruhan Rp 11.500.000/desa.
Ditanya tentang adanya keberatan sejumlah perangkat desa dengan pemotongan tersebut, Sofyan Noor mengatakan, mungkin tidak sempat berangkat karena alasan pribadi maka pemotongan menjadi keberatan. “Hingga saat ini belum ada masalah dengan dana tersebut karena sudah dialokasikan sejak usulan anggaran desa pada akhir tahun lalu,” kata Sofyan.
Terkait hanya tiga kecamatan yang berangkat, Sofyan Noor mengatakan, hasil penilaian tahun lalu oleh tingkat kabupaten, Kecamatan Simpang Mamplam adalah kecamatan terbaik dan tercepat mempertanggungjawabkan dana bantuan desa, juara II Peusangan Siblah Krueng, dan juara III Gandapura. Berdasarkan hasil penilaian tersebut maka camat dan perangkat desa sepakat mengalokasikan dana untuk peningkatan kapasitas.(yus)