Khazanah Aceh

Manuskrip Isra Mi’raj: Tour Teristimewa Rasulullah

Naskah Hikayat Mi’raj ini bukan sebuah dongeng kepada anak-anak, tetapi hikayat tersebut ditulis dalam bahasa Jawi (Melayu) Naskah Hikayat Mi’raj ini

Manuskrip Isra Mi’raj: Tour Teristimewa Rasulullah
Naskah Koleksi Museum Aceh. 

Pada masa Rasulullah dan Khalifah Rasyidin menunjukkan persatuan ummat Islam yang cukup kuat, terjalinnya ukhuwah dan persaudaraan antara kaum Anshar dan Muhajirin, orang Arab dan ‘Ajam. Setiap khilafiyah (perbedaan) diselesaikan secara berjamaah dan bersama-sama, seiring sejalan seperti gerakan jamaah shalat yang mengikuti Sang Imam.

Maka wajar apa yang disebut dalam naskah “Rahasia Shalat” bahwa “Itulah yang sebenar2 sembahyang hai ya ikhwan. Takoeh buloeh ikat panjoe # Mangat meuri jrat auliya. Wajib bak insan mengenal droe # Mangat taturi haq Ta'ala”.

Sayangnya, kini sebagian ummat Islam belum mampu memahami nilai-nilai ibadah dan sosial (ukhuwah Islamiyah) yang terkandung dalam shalat. Terjerumus dalam persoalan khilafiyah furu’iyah dan kepentingan kelompok dalam “kapling surga” sehingga mengabaikan ukhuwah Islamiyah sesama mukmin. Padahal para Khulafa Rasyidin, Tabi-tabi’in dan para Imam-imam pasca wafatnya Rasulullah telah menunjukkan sikap kerukunan dan toleransi antar sesama.

Abu Bakar vs Abu Lahab

Pasca kepulangan Rasulullah dari Isra dan Mi’raj tersebut, ia menceritakan peristiwa Isra dan Mi’raj di hadapan kaum Qurays Mekkah. Di antara yang hadir adalah Abu Bakar dan Abu Lahab, dua tokoh penting saling berseberangan keyakinan hadir ditengah jamaah pagi tersebut.

Rasulullah mengungkap segala bukti yang terjadi pada dirinya dan kejadian yang sedang berlangsung di pagi hari, Abu Bakar yang telah masuk Islam merupakan salah seorang yang pertama percaya terhadap peristiwa di luar nalar manusia, ia pun kemudian digelar as-shiddiq.

Sebaliknya, Abu Lahab menangkal semua peristiwa tersebut dan dianggap sebagai cerita dongeng Muhammad. Maka Allah melaknat Abu Lahab dengan surat al-Lahab. Bahkan ia mengajak orang-orang Qurays untuk ingkar kepada peristiwa Isra Mi’raj tersebut, perselisihan antara pro vs anti Islam semakin membara, boikot ekonomi, kekerasan terhadap muslim, hingga pembunuhan terhadap orang-orang yang baru masuk Islam.

Kini, di era modern, dua kubu ini terus mengalir pengikunya dengan beragam argumentasi, satu kubu berada di pihak Abu Bakar yang meyakini peristiwa itu terjadi secara nyata, dan di kubu lainnya pengikut Abu Lahab yang mengingkarinya. [PENULIS HERMANSYAH, MA.Hum, Adalah dosen Bidang Teks Klasik dan Kajian Naskah pada Prodi SKI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, dan Peneliti Manuskrip]

Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved