Persiapan Konversi Bank Aceh Capai 90 %

Ketua Tim Konversi Bank Aceh dari Pemerintah Aceh, Azhari Hasan mengatakan persiapan konversi

BANDA ACEH - Ketua Tim Konversi Bank Aceh dari Pemerintah Aceh, Azhari Hasan mengatakan persiapan konversi Bank Aceh sepenuhnya dari sistem konvensional ke syariah sudah hampir 90 persen. Salah satu proses di antara sisa sepuluh persen lagi adalah pencabutan Qanun Spin Off (pemisahan) syariah.

Pasalnya, dulu dulu DPRA sempat menyetujui konversi Bank Aceh model pemisahan antara syariah dan konvensional, tetapi setelah bereembuk lagi antara Gubernur dr Zaini Abdullah dan pihak DPRA, akhirnya disetujui bank ini dikonversi penuh ke syariah alias sistem konvensional nantinya tak ada lagi. Sistem syariah penuh ini rencananya terwujud Agustus 2016 bertepatan HUT ke-43 Bank Aceh. “Dilihat dari sisi kelengkapan dokumennya, sudah hampir 90 persen rampung persiapan konversi,” kata Azhari yang juga Asisten II Setda Aceh menjawab Serambi kemarin.

Menurutnya, pada Rabu (11/5), pihaknya baru saja melakukan rapat di ruang kerjanya tentang evaluasi persiapan pelaksanaan konversi bank ini. Dalam pertemuan itu, hadir Tim dari Pemerintah Aceh, Tim Internal Bank Aceh dan konsultan independen yang membantu percepatan pelaksanaan persiapan konversi, Karim Konsultan dari Jakarta dan Penasihat Menteri Pertahanan RI Bidang Ekonomi, Adnan Ganto yang juga putra Aceh.

“Ada tiga yang kita evaluasi, pertama persiapan kelengkapan dokumen, kedua dari sisi sumber daya manusia, dan ketiga dari Informasi dan Teknologinya (IT). Dari kelengkapan administrasi persyaratannya, persiapan dinilai konsultan independen, telah mencapai 90 persen,” sebut Azhari.

Sisanya sepuluh persen lagi, kata Azhari, salah satunya pencabutan Qanun Spin Off Syariah yang pernah disahkan DPRA. Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRA, Tgk Muharuddin, mengatakan surat surat permintaan Gubernur Aceh tentang pencabutan qanun tersebut sudah diterima dan kini komisi yang membidangi masalah perbankan, yaitu Komisi III sedang menelaahnya yang kemudian nanti pencabutan itu melalui sidang paripurna Bamus Dewan.

Penasihat Menteri Pertahanan RI Bidang Ekonomi, Adnan Ganto yang kini masih menjabat Dewan Komisaris Morgan Bank Ltd Zurich Swiss, mengatakan kebijakan konversi penuh ini baru pertama kali di Indonesia. Karena itu, menurutnya jika nanti pelaksanaan berjalan normal, maka Bank Aceh akan menjadi model bagi bank daerah lain di Indonesia. Pasalnya, selama ini, Bank Syariah di daerah lain masih bersifat pemisahan unit usaha dari bank konvensional atau belum sepenuhnya syariah.

Adnan menilai konversi Bank Aceh yang memiliki aset Rp 20 triliun dan kini persiapannnya administrasinya sudah 90 persen tergolong cepat dan patut diapresiasi. Pasalnya, menurut dia konversi penuh ini merupakan pekerjaan berat yang membutuhkan waktu hingga dua tahun, tapi di Aceh baru enam bulan. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved