Breaking News:

Irigasi Labuhanhaji Barat Jebol

Bangunan jaringan irigasi di Gampong Kuta Trieng dan Blang Poroh, Kecamatan Labuhanhaji Barat,

* Diduga Dibangun tak Sesuai Spek

TAPAKTUAN - Bangunan jaringan irigasi di Gampong Kuta Trieng dan Blang Poroh, Kecamatan Labuhanhaji Barat, Kabupaten Aceh Selatan jebol. Proyek bernilai Rp 1.554.630.000 tersebut dibangun dengan biaya Dana Alokasi khusus (DAK) tahun 2015.

“Proyek di bawah Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Aceh Selatan tersebut baru siap dikerjakan pada bulan Februari 2016 yang lalu, saat ini kondisinya sudah mulai hancur. Beberapa bagian ada yang jebol dan ambruk serta coran dindingnya telah patah yang terjadi hampir di setiap sepuluh meter jalan,” kata Koordinator LSM Forum Pemantau dan Kajian Kebijakan (Formak) Ali Zamzami kepada Serambi, Senin (23/5).

Menurut Ali Zamzami, pengerjaan proyek tersebut dimulai sejak Agustus 2015 hingga Februari 2016. Sejak awal pengerjaan proyek sudah terlihat adanya kejanggalan, di antaranya tidak dipasang papan nama proyek dan tidak dibuat pondasi serta lantai.

“Pembuatan fondasi hanya dilakukan sekitar 50 meter awal yaitu dari arah jalan besar, selebihnya pengecoran proyek bervolume 1 Km lebih tersebut dilakukan secara langsung tanpa pondasi dan dengan pemasangan papan mal sebelah saja, sehingga menimbulkan kecurigaan masyarakat adanya permainan dan penyimpangan dalam proyek tersebut. Papan nama proyek baru dipasang setelah selesai pengerjaan,” ungkapnya.

LSM Formak minta DPRK Aceh Selatan membentuk Pansus dan mendesak pihak penegak hukum mengusut proyek tersebut karena diyakini terindikasi adanya praktik tindak pidana korupsi. “Siapa pun yang terlibat dalam persekongkolan proyek tersebut harus berhadapan dengan hukum,” kata Ali Zamzami.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Aceh Selatan, Muhammad Yunus yang dikonfirmasi Serambi mengatakan kerusakan proyek peningkatan jaringan irigasi di Gampong Kuta Trieng dan Blang Poroh, Kecamatan Labuhanhaji Barat tersebut akibat bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu. “Kerusakan tersebut akibat bencana banjir. Sebagiannya sudah diperbaiki oleh kontraktor. Waktu menjelang musim tanam sudah diperbaiki, memang masih ada yang rusak, namun akan diperbaiki segera,” ungkap Yunus.(tz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved