Droe Keu Droe

Surat Terbuka untuk Masyarakat Aceh

FEBRUARI 2017 mendatang, masyarakat Aceh kembali mendapatkan kesempatan untuk melakukan

Surat Terbuka untuk Masyarakat Aceh
Ilustrasi 

Oleh karena itu, menyongsong Pilkada 2017 mendatang, jangan sampai menambah dalamnya kehancuran yang telah terjadi. Tidak boleh ada kelompok apapun di Aceh yang dibolehkan untuk menggertak demi mencapai kekuasaan. Main gertak adalah pengkhianatan terhadap isi dari MoU Helsinki, dan pengkhianatan terhadap apa yang diperjuangkan oleh GAM, DI dan masyarakat Aceh.

Sewaktu Pilkada 2012 yang lalu, sebagian kombatan yang pernah berjuang untuk kemerdekaan Aceh menjadi pelaku kekerasan dan intimidasi, bahkan menyerang calon lain dengan alasan telah berkhianat. Mereka menyerang, bahkan membunuh anggota partai lain walaupun sama-sama pengikut GAM.

Di saat pelantikan gubernur dan wakil gubernur yang sekarang, mantan gubernur yang menghadiri pelantikan dikeroyok oleh sesama anggota GAM. Kami merasa sangat malu atas kejadian seperti ini, karena mereka adalah kawan seperjuangan, bahkan kami kenal dan berjuang bersama mereka di dalam perang, sampai hati melakukan hal seperti ini.

Berbagai pemilihan yang berlangsung ini sayangnya justru menunjukkan bahwa pejuang-pejuang gerilya yang hebat di masa peperangan, kadang-kadang kesulitan untuk menerima cara dan metode demokrasi di masa damai. Karena terlalu sering memberikan perintah dan menggunakan kekuatan dan kekerasan demi tujuan bersama, mereka kesulitan untuk dapat menerima orang yang menentang mereka walaupun zaman sudah berubah, padahal tujuan bersama adalah adanya proses demokrasi itu sendiri.

Saat ini, untuk menegakkan keadilan, maka laki-laki dan perempuan anggota GAM harus meneruskan perjuangan untuk keadilan, pemimpin politik dan pengikut mereka harus mendengarkan suara demokratis rakyat. Suara itu tidak akan pernah mati; suara itu hanya bisa dibungkam sebentar dan pembungkaman ini menghancurkan hal-hal yang sangat berharga yang pernah diraih GAM.

Tidak boleh ada ruang untuk kekerasan dan ancaman kekerasan. Siapa saja yang hendak menjadi pemimpin Aceh atau berpartisipasi dalam menentukan masa depannya harus menolak kekerasan, walaupun dengan itu calon pemimpin lain atau peserta lain yang menang. Inilah demokrasi.

Pilkada 2017 nanti harus mencerminkan nilai-nilai Islam yang penuh ketentraman, damai dan penuh kebajikan. Pemilihan harus dengan cara yang halal.

Upaya yang dilakukan untuk mencapai keuntungan politik dengan cara mendukung dan membolehkan ancaman dan tindakan kekerasan dan melawan cara damai, mesti dilihat oleh rakyat Aceh sebagai perbuatan yang haram.

Perdamaian ditegakkan dengan keadilan, keadilan ditegakkan dengan pemilihan yang bebas dan adil. Semoga perdamaian dan keadilan tegak di Aceh. Salam sejahtera untuk semua.

Prof. Damien Kingsbury

William ‘Abu Billy’ Nessen

Penasihat politik GAM pada perundingan Helsinki 2005

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved