Abrasi Rusak Tambak Warga

Pengikisan pantai oleh air laut atau abrasi yang terjadi di Desa Meunasah Sagoe, Kecamatan Seunuddon

* Warga Seunuddon Minta Segera Dibangun Pemecah Ombak

LHOKSUKON - Pengikisan pantai oleh air laut atau abrasi yang terjadi di Desa Meunasah Sagoe, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, dilaporkan makin parah dalam beberapa bulan terakhir. Dampaknya, kebun kelapa, tambak, bahkan areal persawahan warga tak bisa dimanfaatkan lagi. Kondisi ini terjadi karena di kawasan itu belum ada tanggul pemecah ombak.

“Kejadian ini (abrasi) sudah lama, bahkan sebelum terjadi tsuanmi. Namun saat itu belum begitu parah. Tapi lama kelamaan, karena tak ada upaya pencegahan, pengikisan pantai semakin meluas. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir makin parah karena pasang purnama,” ujar Keuchik Meunasah Sagoe, Sulaiman, kepada Serambi, Jumat (27/5).

Menurut Sulaiman, ia sudah berulangkali melaporkan kejadian itu ke dinas terkait. Namun, tidak ada upaya untuk pencegahan abrasi tersebut. “Hampir semua dinas terkait sudah kita laporkan, bahkan ada petugas yang meninjau langsung ke lokasi hampir setiap tahun, tapi sampai sekarang belum ada tindakan apapun,” katanya.

Disebutkannya, panjang pantai yang terkena abrasi mencapai satu kilometer lebih dan lebar sekitar 500 meter. Sehingga areal tambak, kebun, dan sawah warga saat ini tak bisa dimanfaatkan lagi. “Areal sawah yang lain juga tak bisa dimanfaatkan karena merembes air laut. Kami berharap persoalan ini segera ditangani. Pemerintah harus membangun pemecah ombak,” pinta keuchik.

Sementara aktivis LSM, Azhar meminta pemerintah setempat untuk segera mengatasi persoalan tersebut. Sebab, jika tak seera dicari solusinya, bukan hanya tambak, kebun, dan sawah warga yang terkena abrasi, tapi jalan desayang biasa dilintasi warga juga akan rusak. “Menurut saya harus ditangani secara darurat tanggap dulu sebelum tambah parah,” katanya.

 tanggapan bpbd
Akan Minta Bantuan ke Pusat

SEMENTARA Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Aceh Utara, Munawar mengatakan sudah mendapat informasi adanya abrasi di kawasan Meunasah Sagoe, Kecamatan Seunuddon. “Rencana kami hari ini (kemarin) mau ke lokasi. Tapi karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan, besok (hari ini) petugas saya akan turun ke lokasi,” katanya.

Jika memang kondisinya sudah parah, pihaknya akan mengusulkan untuk penangananya ke Pemerintah Pusat. Sebab jika ditangani oleh Pemkab Aceh Utara, danannya tidak mencukupi, apalagi kejadian itu juga terjadi di tempat lain. “Kita berharap nanti pemerintah pusat dapat membantu,” kata Munawar.(jaf)

abrasi di seunuddon
- Abrasi yang terjadi di Desa Meunasah Sagoe, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, makin parah dalam beberapa bulan terakhir
- Dampaknya, kebun kelapa, tambak, bahkan areal persawahan warga tak bisa dimanfaatkan lagi
- Abrasi terjadi karena di kawasan tersebut belum ada tanggul pemecah ombak, apalagi selama ini sedang pasang purnama
- Hingga kini, pengikisan pantai oleh air laut sudah mencapai satu kilometer lebih dan lebar sekitar 500 meter
- Warga berharap pemerintah dapat segera membangun tanggul pemecah ombak, agar kerusakan tambak, kebun, dan sawah warga tak semakin parah

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved