Terbukti Menjual Miras, Acong Dicambuk 38 Kali

Sugiarso alias Acong (61), warga Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh

Terbukti Menjual Miras, Acong Dicambuk 38 Kali
Algojo melakukan eksekusi cambuk terhadap pelanggar Syariat Islam di halaman Masjid Syuhada Lamgugob, Banda Aceh, Selasa (31/5/2016). SERAMBI/BUDI FATRIA 

BANDA ACEH - Sugiarso alias Acong (61), warga Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Selasa (31/5) mendapat eksekusi cambuk sebanyak 38 kali, karena terlibat dalam kasus khamar (minuman keras). Ia bersama empat terhukum lainnya dieksekusi di halaman Masjid Syuhada Gampong Lamgugob, Banda Aceh.

Sugiarso divonis oleh hakim sebanyak 40 kali cambuk, namun dikurangi masa tahanan dua bulan, maka ia dicambuk sebanyak 38 kali. Terpidana yang terbukti sebagai penjual minuman keras tersebut dinyatakan melanggar pasal 16 ayat (1) Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum Jinayat.

Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Yusnardi kepada Serambi mengatakan, terpidana Sugiarso ditangkap oleh pihak kepolisian dari Polresta Banda Aceh di kawasan Batoh pada Maret lalu, setelah dilakukan pengembangan bersama terpidana ditemukan puluhan botol minuman keras. Namun karena perkara jinayah maka dieksekusi secara hukum syariat.

“Sebenarnya kalau dalam qanun jinayat untuk penjual divonis maksimal sebanyak 60 kali cambuk, sedang peminum 40 kali, namun dalam persidangan vonis tergantung pertimbangan hakim dalam memutuskan, sehingga ia divonis 40 kali,” ujar Yusnardi.

Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Yusnardi menyebutkan, Sugiarso dalam menjual minuman keras tidak ada lokasi khusus. Sebab dari pengembangan diketahui ia baru menjual miras saat ada order oleh pembeli, namun barang bukti sekitar lima dus minuman ditemukan dalam rumahnya di Peulanggahan.

Selain itu, empat terdakwa lain yang dicambuk yaitu M Nasir Arahman (56), Zahri M Nur (34), Syahputra M Salam (30) dan Riski Fauzi Ismail (29). Mereka dicambuk sebanyak enam kali karena terlibat pelanggaran maisir (perjudian).(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved