Puluhan Kanopi Dibongkar

Puluhan anggota Satpol PP Aceh Besar dibantu petugas Dishub, polisi, dan TNI

Petugas Satpol PP menggunakan alat berat meratakan sejumlah kanopi di depan pertokoan di Jalan Mesjid Lambaro, Aceh Besar, Rabu (1/6/2016). SERAMBI/M ANSHAR 

* Di Pasar Lambaro

BANDA ACEH - Puluhan anggota Satpol PP Aceh Besar dibantu petugas Dishub, polisi, dan TNI, Rabu (1/6) membongkar puluhan kanopi toko di kawasan Pasar Lambaro, Aceh Besar. Kanopi tersebut dibongkar karena melanggar aturan.

Amatan Serambi, kemarin, personel Satpol PP mulai bergerak pukul 10.00 WIB. Sesampai di lokasi, satu per satu kanopi dibongkar menggunakan beko. Ada juga pedagang yang membongkar sendiri kanopi tokonya. Sementara sebagian lainnya memprotes pembongkaran itu.

Samsul, pedagang yang protes sempat terlibat ‘adu mulut’ dengan petugas. Ia mengaku tak terima surat pemberitahuan sebelum pembongkaran itu. Sehingga, ia meminta waktu sehari untuk membongkar kanopi tokonya yang dianggap melanggar aturan.

“Saya bukan tak setuju pembongkaran, tapi minta waktu satu hari untuk membongkar sendiri. Sebab, untuk membongkarnya saya harus cari orang kerja dulu karena ada pintu besi yang harus dibongkar,” ujar Samsul.

Kasatpol PP dan WH Aceh Besar, Rahmadaniaty mengatakan, sesuai aturan, panjang kanopi di depan toko hanya dibolehkan dua meter dari bangunan induk, tanpa tiang peyangga. Namun, di Pasar Lambaro banyak kanopi yang melanggar aturan. Bahkan, menurutnya, ada pedagang menambah bangunan beton di depan tokonya.

Dalam tahun ini, tambah Rahmadaniaty, Pemkab Aceh Besar sudah tiga menyurati pedagang untuk membongkar sendiri kanopi tersebut. Namun, menurutnya, surat itu tak diindahkan. Sehingga petugas membongkar paksa semua kanopi yang melanggar aturan tersebut.

Pada bagian lain Rahmadaniaty mengatakan, dalam penertiban itu pihaknya juga memeriksa surat izin usaha milik pedagang. Hasilnya, ditemukan 70 toko yang selama ini aktif berjualan tak memiliki surat izin usaha.

“Alasannya mereka beragam. Ada yang tidak mengurus saat memulai usaha dan ada juga yang masa izin usahanya sudah berakhir sejak tahun 2012,” ujarnya. Ditambahkan, dalam minggu ini petugas akan melanjutkan penertiban ke sejumlah toko lain di Lambaro. Selain kanopi, kelengkapan surat izin juga akan jadi sasaran penertiban.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved