PA Pidie Tolak Keputusan Mualem

Ketua DPW Partai Aceh (PA) Pidie, H Sarjani Abdullah menegaskan, PA dan Komite Peralihan Aceh

PA Pidie Tolak Keputusan Mualem
Ketua DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf didampingi Wan DP selaku Koordinator Gardu Mualem Wilayah Pantai Barat Selatan Aceh berbicara dengan sejumlah tim sukses dan relawan dari Gardu Mualem se-pantai barat selatan Aceh berlangsung di kawasan Padang Rubek, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Sabtu (7/5) sore. Partai Aceh mengklaim akan mampu memenangkan Pilkada di Aceh dengan suara minimal 55 persen. 

* Terkait Penetapan TA Khalid sebagai Cawagub

SIGLI - Ketua DPW Partai Aceh (PA) Pidie, H Sarjani Abdullah menegaskan, PA dan Komite Peralihan Aceh (KPA) Pidie tidak menolak TA Khalid yang dipilih sebagai bakal calon wakil gubernur yang akan mendampingi Muzakir Manaf (Mualem) pada Pilkada 2017.

“Yang kami tolak keputusan Ketua DPA-PA Muzakkir Manaf yang telah memutuskan sepihak calon wakil gubernur tanpa melalui musyawarah partai. Keputusan dilakukan Mualem secara sepihak dengan menunjuk sesuka hati beliau,” tandas Sarjani Abdullah yang ditemui Serambi, Minggu (5/6) malam usai melaksanakan shalat tarawih di Masjid Agung Al-Falah Sigli.

Sarjani yang juga Bupati Pidie mengatakan, pihaknya sangat menghargai keputusan yang diambil Muzakkir Manaf. Sayangnya, kata Sarjani, keputusan tersebut melanggar AD/ART Partai Aceh karena dilakukan tidak melalui musyawarah partai.

Untuk itu, tandas Sarjani, Mualem harus mengubah kembali nama calon wakil gubernur yang telah dipilihnya sendiri. Menurutnya, calon wakil gubernur yang mendampingi Mualem untuk lima tahun ke depan harus diputuskan melalui rapat partai.

“Kami setuju siapa saja figur yang digandeng Mualem menjadi calon wakil gubernur jika pemilihannya melalui rapat partai. Termasuk jika dalam rapat partai terpilih TA Khalid. Karena rapat yang digelar sebelumnya di Banda Aceh berakhir ricuh,” kata Sarjani.

Menurut Sarjani, Muzakkir Manaf juga telah membuat pernyataan sikap saat rapat yang digelar di salah satu hotel di Banda Aceh. Di mana jika TA Khalid dipilih sebagai wakil gubernur mendampinginya harus dibuktikan dengan surat perjanjian antara Partai Aceh dengan partai nasional.

“Maka kami akan mendukung. Akan tetapi, kami belum melihat dan menerima surat perjanjian PA dengan partai nasional yang mendukung TA Khalid. Partai nasional pun akan membuat surat secara tertulis mendukung PA,” tegas Sarjani.

Ia mendesak Muzakkir Manaf supaya komitmen yang pernah dibuat dengan dirinya, Zulkarnain dari Pase, Darwis Jeunieb, Abu Razak, dan Aiyub Abbas dari Bate Iliek serta beberapa rekan lainnya agar dijalankan dengan membuat kesepakatan secara tertulis PA dengan partai nasional terhadap wakil gubernur.

“Jika partai nasional tidak setuju, komitmen Mualem saat itu di depan kami akan bersedia memilih cawagub yang lain. Tapi, kenapa sekarang Mualem memutuskan sepihak terhadap wakil gubernur? Kenapa dilanggar kesepakatan yang telah dibuat dengan kami ketika duduk di salah satu hotel di Banda Aceh beberap bulan lalu,” demikian Sarjani Abdullah.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved