Satpol PP Awasi Penjual Makanan

Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) Aceh Barat mengingatkan pedagang

* Dilarang Berjualan Sebelum Pukul 15.00 WIB

MEULABOH - Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) Aceh Barat mengingatkan pedagang dan warga yang berjualan penganan berbuka selama Ramadhan tidak dibenarkan membuka lapak atau berjualan sebelum pukul 15.00 WIB.

“Tim Satpol PP/WH sejak pagi (kemarin) mulai melakukan patroli dan pengawasan ke kawasan kota dan jalan-jalan protokol. Langkah awal bila ditemukan pelanggar akan diberikan teguran atau ingatkan. Dalam surat edaran penganan berbuka baru boleh dijual mulai pukul 15.00 WIB,” kata Kasatpol PP/WH Aceh Barat, H Ika Suhanas kepada Serambi, Senin (6/6).

Ia menyebutkan pedagang diminta untuk mematuhi surat aturan yang sudah ditetapkan sehingga tidak melanggar serta menodai bulan suci Ramadhan. Ika juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan ke Satpol PP/WH bila menemukan ada oknum penjual yang menyediakan nasi atau minuman kepada orang-orang yang tidak berpuasa. “Kalau ada silakan dilaporkan untuk kita tindak lanjuti,” katanya.(riz)

Kasatpol PP/WH Aceh Barat Ika Suhanas menyebutkan sebelum Ramadhan pihaknyasudah menyurati para pemilik usaha karaoke dan biliar untuk menutup usaha selama bulan Ramadhan. Usaha karaoke dan biliar terdapat di sejumlah titik di Jalan Sudirman dan Jalan Merdeka. “Kita terus memantau. Kalau tidak diindahkan akan ditindak. Kita imbau tidak buka sebab akan merusak suasana Ramadhan,” demikian Ika Suhanas.

Sementara itu dari Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diporkan pedagang penganan berbuka puasa juga sudah mulai ramai menggelar dagangannya. Berdasarkan amatan Serambi kemarin, pedagang kuliner ramadhan tersebut mulai membuka tenda di Jalan Kesehatan, terutama sekitar Puskesmas Blangpidie, Desa Kuta Tuha, Jalan Persada di Desa Keude Siblah.

Peganan berbuka juga dijual pedagang dalam Kota Blangpidie, seperti Jalan Perdagangan, Central, H Ilyas, Jalan Manyang. Kuliner yang disediakan beragam jenis kue basah dan kering, termasuk pecal, air kelapa dan air tebu dengan harga yang terjangkau. Kepala Kantor Satpol PP dan WH Abdya Riat kemarin menjelaskan pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Syariat Islam (DSI) dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM setempat menyangkut jadwal buka lapak penganan berbuka, sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.(riz/nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved