Breaking News:

Serambi Spiritual

Ramadhan Jangan Jadikan Sebagai Bulan Bermalas-malasan

"Kita sudah memilih pekerjaan itu maka harus bertanggungjawab terhadap pekerjaan yang kita putuskan itu, baik ada atasan atau tidak ada atasan maka h

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Amirullah
google/net

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bulan suci Ramadhan jangan dijadikan sebagai bulan untuk bermalas-malasan, namun jadikan bulan tersebut untuk dapat meningkatkan kinerja menjadi lebih baik lagi.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota (Wawalko) Banda Aceh, Drs H Zainal Arifin saat menjadi narasumber dalam program Serambi Spiritual dengan tema "puasa dan etos kerja", yang disiarkan melalui radio Serambi FM 90,2 MH, Kamis (9/6/2016).

Program yang bekerjasama dengan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) Aceh dan didukung PT Bank Aceh Syariah ini dimulai pukul 10.00 WIB- 11.00 WIB, serta dipandu host Nico Firza.

"Bulan puasa terkesan untuk beristirahat, Alhamdulillah apabila dimanfaatkan untuk beribadah meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Tapi anehnya memanfaatkan ibadah dengan yang lebih mudah yaitu tidur-tiduran," kata Zainal Arifin.

Menurutnya, hal tersebut tidak sesuai sebab para ulama melahirkan tafsir-tafsirnya itu rata-rata di bulan suci Ramadhan. Bahkan, diluar bulan Ramadhan pun para ulama berpuasa untuk melahirkan pikiran-pikiran cemerlangnya itu.

"Seharusnya kita menganut apa yang dilakukan oleh Rasulullah, para sahabat, dan ulama. Jangan jadikan bulan Ramadhan sebagai bulan untuk bermalas-malasan," kata Wawalkot yang akrab disapa keuchik Zainal ini.

Ia juga menambahkan, dalam keadaan berpuasa tidak akan melemaskan kondisi tubuh seseorang hanya saja apabila dibiasakan lemas maka tubuh akan lemas.

"Namun apabila kita tidak mengikuti perasaan kita, maka fisik kita tidak lemas seperti yang saya alami. Bahkan ada atlet-atlet bola yang beragama Islam mereka tetap melakukan latihan di bulan puasa, padahal mereka puasanya jauh lebih panjang daripada kita. Ini maknanya dengan berpuasa kita tidak lemas, dan dengan bergolek-golek itu yang menyebabkan kita malas," urainya.

Ditambahkannya, di Banda Aceh ada program e-kinerja yang harus diisi oleh para pegawai di lingkungan Pemko sebagai laporan yang jelas terhadap atasan yaitu dengan mengisi apa saja pekerjaan yang dilakukan. Menurutnya, ini merupakan salah satu motivasi para pegawai di Pemko untuk bekerja, namun tanpa e-kinerja pun harus membiasakan diri dalam bekerja.

"Kita sudah memilih pekerjaan itu maka harus bertanggungjawab terhadap pekerjaan yang kita putuskan itu, baik ada atasan atau tidak ada atasan maka harus bekerja secara ikhlas," demikian Zainal Arifin. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved