Lagi, 2 Napi Rutan Lhoksukon Kabur

Wadirullah (32), narapidana (napi) asal Desa Pulo Bluek, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara

LHOKSUKON - Wadirullah (32), narapidana (napi) asal Desa Pulo Bluek, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, kabur dari rumah tahanan negara (rutan) Lhoksukon, Sabtu (11/6) pukul 06.45 WIB. Dua minggu sebelum itu, napi lainnya, Jailani, juga kabur setelah diizinkan keluar oleh sipir tanpa sepengetahuan kepala rutan. Hingga kemarin, keduanya belum ditemukan. Kaburnya napi dari rutan ini bukanlah kasus yang pertama.

Informasi yang dihimpun Serambi, Wadirullah divonis tujuh tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, dalam kasus pencabulan. Ia sudah sekitar 10 bulan menjalani hukuman di Rutan Lhoksukon. Selama menjalani masa hukuman, ia ikut membantu di bagian dapur rutan tersebut.

Kaburnya Wadirullah pertama kali diketahui oleh napi lainnya yang sedang bertugas di tempat parkir di kompleks rutan. Napi itu mendengar suara atap seng lokasi parkir seperti terinjak. Saat ia melihat ke atap, ternyata ada napi sedang berupaya kabur. Lalu, napi tersebut melapor kejadian itu pada petugas, tapi petugas yang berjaga sedang tertidur.

Wadirullah selama ini menjadi salah seorang napi yang ikut membantu di dapur rutan itu. Diduga, Wadirullah kabur dengan menaiki jerjak besi jendela bagian dapur, lalu memanjat tembok. Kemudian meloncat ke atap seng lokasi parkir, dan selanjutnya kabur melalui belakang rutan tersebut.

Sementara napi lainnya, Jailani, kabur dari Rutan Lhoksukon dua minggu lalu, setelah diizinkan keluar oleh sipir untuk pulang ke rumahnya. Jailani alias Apani adalah warga asal Kemukiman Buwah, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara. Ia divonis enam tahun penjara dalam kasus narkoba. Kini kasus itu ditangani Kanwil Kemenkumham Aceh.

“Sampai sekarang petugas sedang mencari napi yang kabur. Yang melihat napi itu kabur adalah napi pendamping. Ia langsung melaporkan ke petugas, tapi petugasnya sedang tertidur. Saat ketiga petugas mengejarnya usai terbangun, napi itu sudah lebih dulu kabur melalui rumah warga,” kata Kepala Rutan Cabang Lhoksukon Effendi, kepada Serambi, kemarin.

Sedangkan kasus kaburnya napi kasus narkoba, yaitu Jailani, Effendi mengatakan, izin yang diberikan tanpa sepengetehuan dirinya. “Napi itu dikeluarkan komandan malam itu tanpa sepengetahuan saya. Setelah diizinkan keluar, napi itu tidak kembali lagi ke rutan, tapi sekarang kasus itu sedang diproses oleh Kanwil Kemenkumham,” ujar Effendi.

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Wawan Setiawan melalui Kapolsek Lhoksukon AKP Hendra Gunawan Tanjong kepada Serambi, Sabtu (11/6) kemarin menyebutkan, pihaknya belum menerima laporan dari rutan tersebut. Namun, petugas sudah mengetahui terkait seorang napi yang kabur dari rutan kemarin pagi. “Sedang dalam proses penyelidikan, dan kita sedang berupaya memburu napi yang kabur tersebut,” kata Kapolsek Lhoksukon.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved