Proyek Waduk Lhok Seumani belum Berkualitas

PROYEK pembangunan bendungan Waduk Lhok Seumani di Gampong Alue Lada, Kecamatan Batee

PROYEK pembangunan bendungan Waduk Lhok Seumani di Gampong Alue Lada, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, memang telah selesai. Meski demikian, proyek tersebut masih menyisakan sejumlah persoalan, sehingga akhirnya harus berurusan dengan hukum.

Waduk Lhok Seumani, sebagaimana dijelaskan Wakil Ketua III DPRA, Dalimi SE Ak, merupakan waduk yang dibangun di era penjajahan Belanda. Waduk tersebut berfungsi untuk menampung air di musim hujan. Air itu kemudian digunakan untuk mengairi sawah dan sumber air baku PDAM.

“Karena sudah terlalu lama dan jarang dilakukan pengerukan, waduk menjadi dangkal sehingga volume air hujan yang bisa ditampung menjadi terbatas,” kata Dalimi saat meninjau hasil pembangunan bendungan Waduk Lhok Seumani, Selasa (14/6).

Oleh karena itu, untuk dapat memaksimalkan kembali waduk tersebut, Kelompok Tani Desa Alue Lada pada tahun 2014 lalu mengajukan proposal kepada Gubernur Zaini Abdullah melalui Dinas Pengairan Aceh. Permohonan tersebut dikabulkan dan Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar dalam APBA 2015.

Dalimi menyebut, anggaran Rp 2 miliar itu dialokasikan antara lain untuk pengerukan, pembangunan dinding, dan perbaikan saluran waduk. Namun dalam pelaksanaan tendernya, rekanan menawar seluruh pekerjaan tersebut dengan nilai Rp 1,5 miliar.

“Pekerjaannya memang telah selesai, tetapi menurut penilaian masyarakat, kualitasnya masih sangat rendah jika dibandingkan dengan pekerjaan rehab waduk yang lain,” ucapnya.

Pengerukan dasar waduk misalnya, dilakukan tidak sesuai permintaan masyarakat, yang meminta agar tanah hasil kerukan dibuang ke luar, bukan diletakkan di pinggiran waduk. Pembangunan dinding waduk sepanjang 40 meter juga tidak dikerjakan sesuai gambar, tidak menggunakan sistem terassering atau bertangga dan bertulang beton.

Selain itu, perbaikan saluran air sepanjang 100 meter dikerjakan secara sembarangan dengan mutu semen cor yang rendah. Hal ini terlihat dari lantai saluran air banyak yang berlubang karena bebatuan campuran semen terbongkar dibawa air.

“Informasi dari masyarakat, karena pembangunannya belum memenuhi spek, pihak Kepolisian Pidie saat ini sedang menyelediki proyek pengerukan waduk ini,” ungkap Dalimi.

Polisi ia sebutkan, sudah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan, di antaranya kepala desa, kelompok tani, dan sejumlah tukang yang pernah bekerja di waduk tersebut. “Kita harap, kasus pengerjaan waduk Lhok Seumani ini menjadi pelajaran penting bagi dinas teknis terkait untuk lebih meningkatkan pengawasan dan perencanaannya,” harap Dalimi.(**)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved