Wagub Ingin Pengungsi Dibawa ke Aceh Utara

Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, menginginkan ke-44

Wagub Ingin Pengungsi Dibawa ke Aceh Utara
Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf melihat kondisi imigran Sri Langka yang terdampar di pantai Pulo Kapuk, Aceh Besar, Rabu (15/6). SERAMBI/BUDI FATRIA 

BANDA ACEH - Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, menginginkan ke-44 migran asal Sri Lanka yang saat ini masih berada dalam kapal di tepi pantai Lhoknga, Aceh Besar, segera diturunkan. Selanjutnya, mereka direlokasi ke shelter Rohingya di Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.

Hal itu disampaikan Mualem saat menelepon Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi, ketika ia mendatangi lokasi terdamparnya kapal migran Sri Lanka di tepi pantai Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (15/6) siang.

“Pak Kapolda di pat posisi? Nyoe lon di Lhoknga, bak awak imigran Sri Lanka. (Pak Kapolda di mana posisi? Ini saya di lokasi terdamparnya imigran Sri Lanka di Lhoknga),” kata Mualem kepada Husein Hamidi melalui telepon selularnya. “Peu jeut tapeutron awak nyoe untuk taba u Aceh Utara, Pak Kapolda (Apa bisa kita turunkan orang ini untuk kita bawa terus ke Aceh Utara, Pak Kapolda)?” tanya Mualem.

Amatan Serambi, Mualem terlibat perbincangan serius dengan Kapolda Aceh di hadapan masyarakat dan sejumlah awak media saat menyambangi lokasi terdamparnya kapal berbendera India itu, kemarin. Bahkan, Mualem juga menelepon sejumlah pejabat lainnya, termasuk pihak Menko Polhukam di Jakarta.

Kepada semua orang yang dihubungi kemarin, Mualem menceritakan kondisi migran Sri Lanka yang terdampar di perairan Aceh itu sejak Sabtu (11/6) lalu.

“Kondisi mereka ini cukup memprihatinkan saya rasa, mereka di dalam kapal terus. Mungkin bisa kita turunkan dulu dan nanti kita bawa ke tempat penampungan Rohingya di Aceh Utara. Ini mungkin rasa kemanusiaan kita, kita tunggu kabar baiknya ya?” ucap Mualem saat terlibat perbincangan dengan seseorang--yang diduga pihak Kemenko Polhukam--melalui telepon genggamnya.

Namun, bagaimana tanggapan orang-orang yang ditelepon Mualem, Serambi tak mengetahuinya lantaran Mualem tidak membesarkan volume hpnya saat perbincangan serius itu berlangsung.

Amatan Serambi, Mualem berkali-kali menghubungi sejumlah orang dan menyampaikan kondisi para migran dari etnis Tamil tersebut.

Kepada wartawan Mualem menyebutkan, bahwa ia telah berupaya membantu para migran agar segera diturunkan dan kemudian ditempatkan di shelter Blang Adoe, Aceh Utara.

Menurut Mualem, para migran tersebut memang sangat membutuhkan belas kasihan siapa pun. “Saya sudah hubungi pihak Menko Polkam, Pak Pangdam, Pak Kapolda, juga Wali Negara. Katanya, karena mereka bukan pelarian tapi sindikat, jadi kita tidak mau terima, itu alasannya,” pungkas Mualem.

Hingga kemarin, kapal migran gelap Sri Lanka dengan nomor lambung TN-1-FV-00455-09 yang mengangkut 44 migran asal Sri Lanka itu masih berlabuh di bibir pantai Lhoknga, tepatnya di kawasan pantai Pulau Kapuk.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Aceh berencana menarik kapal itu ke tengah, guna membantu para migran untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju Pulau Christmas di Australia. Namun, hingga tadi malam tak ada tanda-tanda bahwa kapal itu akan ditarik ke laut lepas. Apalagi Wapres Jusuf Kalla sudah mengizinkan mereka dibawa ke darat. Semua pihak yang coba ditanyai Serambi terkait hal itu, tak ada satu pun yang bisa memberi jawaban. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved