Petasan Mulai Makan Korban

Aksi bakar-bakar mercon/petasan menjelang shalat Isya dan selepas tarawih oleh remaja di Kota Lhokseumawe

* Dua Bocah Terjatuh dari Sepeda Motor

* Dentuman Petasan Terdengar hingga Larut Malam

LHOKSEUMAWE - Aksi bakar-bakar mercon/petasan menjelang shalat Isya dan selepas tarawih oleh remaja di Kota Lhokseumawe, dalam beberapa hari ini mulai meresahkan warga. Bahkan, ada yang sudah membahayakan warga. Para remaja melempar mercon ke arah pengguna sepeda motor (sepmor), hingga pengguna sepmor terkejut lalu terjatuh.

Seperti yang terjadi di Jalan Pase, pada Sabtu (18/6) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Seorang perempuan yang sedang mengendari sepmor dan memboncengi dua anaknya, dilempari mercon oleh sejumlah remaja di kawasan itu. Perempuan itu kaget hingga sepmornya oleng dan terpaksa mengerem mendadak, sehingga kedua anaknya terjatuh dari sepeda motor.

“Kebetulan posisi mobil saya di belakang sepmor ibu itu. Saya lihat beberapa remaja melempar petasan ke arah perempuan itu. Perempuan itu terkejut dan sepeda motornya oleng, lalu mengerem mendadak sehingga kedua anaknya jatuh dari sepeda motor,” kata Rahmad, warga Lhokseumawe kepada Serambi, Minggu (19/6).

Rahmad mengaku sempat turun dan berupaya mengejar remaja-remaja yang melempar mercon tersebut, tapi mereka lari dengan cepat dari lokasi tersebut. “Syukurnya, kedua anak ibu itu, perkiraan saya umur 8 sampai 10 tahun, tidak apa-apa. Tapi kan, anak-anak ibu itu jadi trauma naik sepeda motor gara-gara ulah sekelompok remaja pembakar mercon itu,” katanya.

Berdasarkan informasi dan pantauan Serambi, petasan bebas dijual di sejumlah sudut Kota Lhokseumawe. Di samping itu, selepas shalat Maghrib atau usai berbuka puasa, suara petasan mulai terdengar dari sejumlah sudut kota. Ledakan-ledakan dengan suara keras ini terus terdengar hingga larut malam.

Padahal, Muspida Plus Lhokseumawe sudah mengeluarkan imbauan yang melarang membakar petasan pada malam Ramadhan. Karena itu, sejumlah warga Lhokseumawe mengharapkan agar penertiban terhadap petasan bisa dilakukan secara maksimal, agar tidak mengganggu masyarakat untuk melaksanakan berbagai ibadah pada malam Ramadhan.

Kasatpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, Irsyadi, menyebutkan, patroli pada malam Ramadhan memang rutin dilakukan. Termasuk patroli untuk penertiban terhadap anak-anak yang membakar petasan. “Tapi pengalaman selama ini, bila melihat mobil patroli, maka kumpulan anak-anak yang membakar petasan akan lari,” jelas Irsyadi.

Dikatakan Irsyadi, pada awal Ramadhan, pihaknya sempat menangkap seorang anak karena membakar mercon. “Tapi langsung dipanggil orang tuanya, lalu dikembalikan untuk pembinaan,” katanya. Irsyadi memastikan, pihaknya akan meningkatkan patroli untuk menjaga kenyamanan umat muslim dalam melaksanakan ibadah pada malam Ramadhan.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved