Warga Maheng, Minta Proyek Waduk Dilanjutkan

Masyarakat Gampong Maheng, Kecamatan Indrapuri Aceh Besar meminta Gubernur Aceh

Warga Maheng, Minta Proyek Waduk Dilanjutkan
Wakil Ketua I DPRA Sulaiman Abda dan Kadis Pengairan Aceh Samsul Rizal sedang mendengar penjelasan dari masyrajat maheng, saat meninjau Lokasi Waduk Maheng, Sabtu (18/6). SERAMBI/HERIANTO 

* Sudah Tiga Tahun Telantar

BANDA ACEH - Masyarakat Gampong Maheng, Kecamatan Indrapuri Aceh Besar meminta Gubernur Aceh melanjutkan pembangunan proyek waduk yang sudah telantar selama tiga tahun.

“ Pembangunan Waduk Maheng itu, telah dimulai pada tahun 2012 lalu kemudian dilanjutkan kembali pada tahun 2013, setelah itu langsung stop, sampai kini. Masyarakat meminta Gubernur agar melajutkan kembali proyek tersebut,” kata Sulaiman Abda, Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda MSi kepada Serambi, usai melakukan pertemuan dengan masyarakat Maheng, Sabtu (18/6) di lokasi waduk.

Mengutip keterangan Ketua Pemuda Desa Maheng, Zailani, Sulaiman Abda mengatakan, waduk itu dibangun pada masa Pemerintahan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Tapi, setelah Irwandi tidak terpilih kembali menjadi gubernur untuk periode kedua, proyek itu langsung di stop.

Manurut Zailani, waduk itu sangat dibutuhkan petani, karena 80 persen penduduk Maheng bermatapencaharian sebagai petani dan tanam palawija. Disebutkan, luas areal sawah petani mencapai 300 hektare. “Kalau pembangunan waduk itu selesai dikerjakan, akan mampu mensejahterakan sekitar 200 KK penduduk Maheng dan sekitarnya,” ujar Ketua Pemuda Maheng dalam pertemuan tersebut.

Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, membangun waduk itu, pertama karena ia ingin areal tanaman padi masyarakat desa Maheng seluas 3o0 hektar itu, bisa ditanami padi dua kali dalam setahun. Kecuali itu, di desa itu juga dikhabarkan masih ada masyarakatnya yang tanam pohon ganja. Tanaman itu, sangat dilarang, untuk dibudidayakan, makanya Irwandi Yusuf membangun waduk, agar masyarakat tak lagi menanam pohon ganja.

Karena itu, masyarakat Desa Maheng, berharap Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah, mau melanjutkan pembangunan waduk tersebut.

Karena, akibat ketiadaan waduk, kata Zailani, tanaman padi petani, sering mengalami kekeringan, karena posisi areal sawah petani, pada umumnya berada di lereng bukit, sehingga pada musim kemarau, banyak tanaman padi yang mati kekeringan.

Sedangkan Kepala Dinas Pengairan Aceh, Ir Samsul Rizal, yang hadir dalam pertemuan dengan masyarakat Maheng itu mengatakan, untuk melanjutkan pembangunan waduk, harus dilakukan perobahan disain bangunannya. Jika mengikuti bangunan yang lama, untuk menyelesaikannya, butuh dana yang besar mencapai Rp 50 miliar.

Menurutnya, sesuai laporan dari PPTK, kata Samsul Rizal, waduk itu dibangun didasari dua hal. Pertama sumber airnya ada, tapi rendah. Kedua areal sawah yang akan dialiri cukup luas mencapai 300 hektare. Pembangunannya dimulai membangun bendungan, dan kini sedang dalam pekerjaan. Sedangkan pembangunan waduknya, kalaupun dilanjutkan, baru akan dikerjakan kembali pada tahun 2017, setelah dilakukan perubahan gambar. Alasannya, jika kita mengikuti gambar yang lama, masa kerjanya jadi lama, dan menghabiskan dana yang cukup besar.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved