Breaking News:

ISBI Aceh, Lokomotif Pembangunan Seni Budaya Aceh

KEHADIRAN Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, perguruan tinggi seni budaya yang diresmikan

KEHADIRAN Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, perguruan tinggi seni budaya yang diresmikan oleh Pemerintah Republik Indonesia patut kita syukuri, karena dari empat ISBI yang diprogramkan, baru ISBI Aceh dan ISBI Tanah Papua yang telah diresmikan.

Peresmian ini dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada 6 Oktober 2014 di Surabaya. Sedangkan dua lainnya adalah ISBI Sulawesi dan ISBI Kalimantan.

Hal ini tidak terlepas dari kerja keras Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh besar juga para pendiri yang terdiri dari tokoh seniman, budayawan, akademisi, pakar hukum, dan politikus. Kemudian dalam perjalanannya, para tim pendiri dan perumus yang dibentukoleh Institut Seni Indonesia Padangpanjang selaku penerima mandat pendirian, bekerja secara terus menerus sampai akhirnya ISBI Aceh berdiri di Kota Jantho, di atas tanah seluas 30 hektar yang dihibahkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

“Saya dalam kesempatan ini mengucapkan terimakasih atas segala dukungan masyarakata Aceh sehingga ISBI ini dapat berdiri di Nanggroe yang kaya akan seni budaya ini”, ujar Rektor ISBI Aceh, Dr Ahmad Akmal. Aceh yang memiliki delapan etnis suku memang sudah selayaknya memiliki satu lembaga pemdidikan seni dan budaya sebagai pusat kajian seni budaya agar warisan indatu Aceh tidak hilang tergurus jaman.

Sebagai laboratorium senibudaya, selama dua tahun berjalan, ISBI Aceh telah menerima170 mahasiswa baru ntuk lima jurusan, diantaranya Seni Tari, Seni Musik Nusantara, Seni Teater, Seni Murni dan Seni Kriya. Untuk tahun ajaran 2016/ 2017, ISBI Aceh membuka satuprogram studi baru yaitu Program Studi Desain Komunikasi Visual dibawah jurusan Seni upa dan Desain.

Dengan enam program studi, diharapkan ISBI Aceh mampu menjadi lokomotif pembangunan seni budaya Aceh yang multi etnis. Kehadiran ISBI Aceh diharapkan menjadi ibu bagi generasi penerus seni budaya Aceh, yang nantinya akan terus hidup an mengakar di Aceh. Keberagaman etnis menjadikan ISBI Aceh sebagai sebuah perguruan tinggi seni yang kaya akan kajian dan karya. ISBI Aceh akan melahirkan para pengkaji dan mencipta karya melalui dua jalur peminatan, yaitu minat Penciptaan dan minat pengkajian.

Para lulusan inilah nantinya yangakan bekerja untuk membangun seni budaya Aceh melaluiberbagai sektor. Bebas Biaya Pendaftaran Tahun ini, ISBI Aceh kembali menerima mahasiswa baru untuk gelombang pertamayang dimulai dari 1 April 2016 sampai dengan 24 Juni 2016 nanti. Tes gelombang pertama akan diadakan pada 28 Junidengan materi Tes Kompetensi Dasar dan 29 Juni untuk Kompetensi Bidang. Hasil gelombang pertama akan diumumkan pada 11 Juli 2016.

Sementara untuk gelombang kedua, pendaftaran dibuka tanggal 11-24 Juli 2016. Pengambilan kartu ujian 18-25 Juli. Tes Kompetensi Dasar ilakukan pada 27 Juli dan Tes Kompetensi Bidang pada 28 Juli 2016. Pengumuman kelulusan dapat dilihat pada 8 Agustus 2016. Bagi yang lulus seleksi dapat mendaftar ulang pada 8-16 Agustus 2016. ISBI Aceh membagi tiga kelompok untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) Persemester: Kelompok I Rp 500.000, Kelompok II Rp 750.000, Kelompok III Rp 1.000.000.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved