KPK Periksa 28 Anggota DPRD Sumut

Dugaan suap mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho kepada sejumlah anggota dewan memasuki

* Termasuk Istri Gubernur T Erry Nuradi

MEDAN - Dugaan suap mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho kepada sejumlah anggota dewan memasuki babak baru. Setelah menetapkan tujuh tersangka, penyidik KPK terus mendalami kasus ini dengan memeriksa 28 Anggota DPRD Sumut secara serentak sebagai saksi di Mako Brimob Polda Sumut, Senin (20/6).

Ke-28 saksi ini merupakan Anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019. Pemeriksaan ini berkaitan dengan status tersangka tujuh anggota DPRD Sumut lainnya, yakni M Affan, Budiman Nadapdap, Zulkifli Effendi Siregar, Guntur Manurung, Zulkifli Husein, Bustami, dan Parluhuan Siregar.

Para tersangka dicurigai telah menerima hadiah atau janji dari Gatot selaku Gubernur Sumut atas persetujuan laporan pertanggung-jawaban Pemprov Sumut Tahun Anggaran 2012, persetujuan perubahan APBD Sumut Tahun Anggaran 2013, dan pengesahan APBD Sumut Tahun Anggaran 2014.

Istri Gubernur Sumut T Erry Nuradi, Evi Diana Sitorus merupakan salah satu saksi yang turut diperiksa KPK dalam kasus ini. Evi merupakan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dari Fraksi Golkar. Pemeriksaan dilakukan di Aula Huraba sejak pukul 10.00 WIB hingga dua jam kemudian.

Kepala Biro Hukum Pemprov Sumut, Sulaiman mengaku ditugasi mendampingi Evi selama proses pemeriksaan. Namun dirinya tidak diperbolehkan masuk ke ruangan penyidik, sehingga ia mengaku tidak tahu materi pemeriksaan. “Ibu sudah selesai diperiksa. Saya hanya memfasilitasi beliau menghadiri penyidikan KPK,” katanya.

Kemarin , Istri Gubernur Sumut T Erry Nuradi, Evi Diana Sitorus, satu dari 28 Anggota DPRD Sumut yang diperiksa sebagai saksi, lolos dari pantauan wartawan. Ia tidak terlihat keluar dari pintu utama, seperti Anggota DPRD lain yang sudah selesai memberikan keterangan kepada penyidik.

Pemeriksaan ini sendiri untuk kedua kalinya dijalani Evi setelah pada akhir tahun lalu ia juga diperiksa KPK di Mako Brimob. Ketika itu Evi mengaku sudah mengembalikan uang Rp 300 juta yang diterimanya sebagai hadiah untuk mengesahkan RAPBD Sumut 2014. (mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved