Anggota Dewan Curigai Realisasi Dana Makan Minum

Sofyan Affan, Anggota DPRK Aceh Timur dari Fraksi Partai NasDem mempertanyakan laporan

* Di Sekretariat DPRK Aceh Timur

IDI - Sofyan Affan, Anggota DPRK Aceh Timur dari Fraksi Partai NasDem mempertanyakan laporan pertanggungjawaban penggunaan biaya makan dan minum anggota dewan yang dikelola oleh Sekretariat DPRK tersebut.

“Melihat kegiatan anggota DPRK Aceh Timur selama tahun 2015, maka biaya makan minum sebesar Rp 700 juta tidak akan habis digunakan selama setahun. Karena itu kami mencurigai pertanggungjawaban dana tersebut,” ungkap Sofyan, dalam Pandangan Umum Anggota DPRK terhadap LKPJ Kepala Daerah Aceh Timur, tahun anggaran 2015, Senin (20/6).

Pihaknya menduga, pemakaian anggaran sebesar Rp 700 juta tersebut tidak transparan. “Selama ini kami (anggota dewan) makan dan minum di kantor hanya saat rapat paripurna dan banmus saja. Namun, jika benar seluruhnya (Rp 700 juta) dimanfaatkan untuk biaya makan minum, maka kami mohon rekapitulasi biaya makan minum dewan diberikan ke kami,” pinta Sofyan.

Rapat Pandangan Umum Anggota DPRK Aceh Timur terhadap LKPJ Kepala Daerah Aceh Timur Tahun 2015 ini, dipimpin Ketua DPRK Aceh Timur, Marzuki Ajad, dihadiri Sekda Aceh Timur, M Ikhsan Ahyat, para asisten, para kepala SKPK dan para kabag serta pejabat terkait.

Sekretaris DPRK Aceh Timur, Drs H Burhanuddin MM menyebutkan, dana Rp 700 juta ini malah terbilang sangat kurang untuk biaya makan minum anggota dewan selama setahun. “Selayaknya, biaya makan minum di Sekretariat DPRK Aceh Timur ini Rp 1,4 miliar per tahun. Namun karena mengingat keterbatasan anggaran, kami tetap memanfaatkan biaya makan minum Rp 700 juta itu dengan sangat efisien,” jelas Burhanuddin sambil merincikan penggunaan biaya makan minum tersebut selama setahun

Ketua DPRK Aceh Timur, Marzuki Ajad, secara terpisah juga mengakui, anggaran makan minum selama setahun untuk 40 anggota legislatif dan pegawai di Sekretariat DPRK Aceh Timur, sangat minim. “Selayaknya biaya makan minum ini Rp 1,4 miliar-Rp 1,5 miliar. Tapi karena memaklumi kondisi Aceh Timur yang membutuhkan dana besar untuk membangun, maka kita mencoba memanfaatkan Rp 700 juta untuk biaya makan minum di tahun 2015,” katanya.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved