Giliran Anak Dasni Dipenjara

Satu minggu setelah Pendiri Yayasan Cakradonya (Cakdon) Lhokseumawe, Dasni Yuzar SH

* Korupsi Dana Hibah untuk Yayasan Cakradonya

BANDA ACEH - Satu minggu setelah Pendiri Yayasan Cakradonya (Cakdon) Lhokseumawe, Dasni Yuzar SH, mendekam dalam LP Kelas II Lhokseumawe Selasa 14 Juni 2016, kini giliran anak dan adiknya selaku direktur dan sekretaris yayasan, Reza Maulana dan Amir Nizam yang dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Kamis (23/6).

Reza Maulana dan Amir Nizam dieksekusi setelah turunnya petikan putusan dari Mahkamah Agung (MA) atas kasus korupsi dana hibah Pemerintah Aceh untuk Yayasan Cakdon Lhokseumawe tahun 2010 dengan kerugian Rp 1 miliar. Namun, eksekusi terhadap Amir Nizam ditangguhkan karena ia akan melaksanakan ibadah haji.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lhokseumawe, Mukhlis SH kepada wartawan, Kamis (23/6), mengatakan proses eksekusi Reza Maulana tidak mengalami hambatan karena terpidana langsung menyerahkan diri setelah diberitahu oleh jaksa. Eksekusi dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB setelah pihaknya menerima petikan putusan dari MA.

“Petikan putusan Reza Maulana dan Amir Nizam turun sekalian pada Rabu tanggal 22 Juni 2016,” katanya seusai acara pelantikan Wakajati Aceh, Mansur SH, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kajati Aceh, Teuku Rahmatsyah SH MH, Koordinator pada Kajati Aceh, Abdul Kahar Muzakkir SH MH, bersama enam Kajari se Aceh di Aula Kajati Aceh.

Proses eksekusi terhadap Reza berbeda dengan eksekusi terhadap Dasni. Menurutnya, pihaknya terpaksa melakukan penangkapan terhadap Dasni di rumahnya di kawasan Beurawe, Banda Aceh, lantaran tidak kooperatif. “Kalau Dasni kemarin, ditelepon tidak diangkat, terus kita cari di Lhokseumawe juga tidak ada,” ujarnya.

Mukhlis mengatakan, berdasarkan petikan putusan MA, Reza Maulana dan Amir Nizam divonis empat tahun penjara dan denda masing-masing Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Khusus untuk Reza dibebankan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 1 miliar.

Hukuman bersalah terhadap Dasni Yuzar Cs awalnya ditayangkan di situs resmi MA http://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id, dengan nomor register 2481K/PID.SUS/2015. Pengabulan kasasi itu diputuskan 2 Mei 2015 oleh Ketua Majelis Hakim Agung Syarifuddin dengan anggota Abdul Latif dan Syamsul Rakan Chaniago serta panitera pengganti Santhos Wahjoe Prijambodo.

Putusan ini berbeda jauh dengan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh yang membebaskan para terdakwa dari jeratan hukum. Padahal, JPU telah menuntut Dasni Yuzar lima tahun penjara, sedangkan Reza dan Amir masing-masing 4,5 tahun penjara. Ketiganya dinyatakan terbukti melanggar Pasal 2 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, Kajari Aceh Lhokseumawe, Mukhlis juga menjelaskan bahwa pihaknya memberikan dispensasi kepada Amir Nizam dengan menangguhkan eksekusi karena yang bersangkutan akan melaksanakan ibadah haji. Penangguhan itu dilakukan setelah Amir Nizam mengajukan permohonan kepada Kajari setempat.

“Amir Nizam mengirim surat kepada kami meminta penundaan eksekusi karena dia masuk daftar calon haji tahun ini. Kalau alasan kemanusiaan, kita pertimbangkan untuk ditunda eksekusi sampai dia melaksanakan ibadah haji dan akan dieksekusi setelag dia pulang dari Tanah Suci,” demikian Kajari Lhokseumawe Mukhlis.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved