Pedagang Mengaku Dibayar Rp 442,1 Juta

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Rabu (22/6) melanjutkan sidang perkara dugaan korupsi

* Sidang Korupsi Dana Baitul Mal

MEULABOH - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Rabu (22/6) melanjutkan sidang perkara dugaan korupsi dana Baitul Mal Aceh Barat dengan terdakwa mantan Kepala Baitul Mal Tgk Munirwan. Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi antara lain menghadirkan Muhammad AR, pedagang di Meulaboh yang mengaku hanya dibayar Rp 442,1 juta oleh Baitul Mal Aceh Barat.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Nurmiati SH dengan anggota Supriadi SH dan Zulfan SH. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Aceh Barat T Panca SH dan Maiman SH. Sedangkan terdakwa Munirwan yang duduk di kursi persakitan turut didampingi penasehat hukum. Dalam keterangannya, saksi Muhammad AR, selaku pedagang yang memasok barang untuk Baitul Mal mengatakan, uang yang dibayarkan oleh Baitul Mal ke pihaknya hanya Rp 442,1 juta. Sedangkan yang diminta teken untuk pertanggungjawaban Rp 567,6 juta.

Saksi Muhammad AR juga mengungkapkan selain soal pertanggungjawaban, atas permintaan terdakwa pembelian bahan seperti besi kawat di tokonya yang seharusnya dibeli dengan berat 10 kg/gulungan, tetapi dibeli hanya 8 kg/gulungan. “Itu semua atas permintaan terdakwa,” katanya. Saksi Zulyadi, mantan Kabid Anggaran dari Dinas Penggelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKK) Aceh Barat dan saksi Hajar Aswad, selaku ketua tim pemeriksaan Baitul Mal menyebutkan, dana Baitul Mal tersebut seharusnya diberikan dalam bentuk uang kepada penerima yakni senif fakir.

Namun kenyataan malah dibelikan barang seperti alat pertanian dan perikanan sehingga menyalahi aturan. Demikian juga saksi Samsuar, staf di Baitul Mal menyatakan hal serupa. Hakim kembali menunda sidang Senin (27/6) pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi ahli.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved