Pemerintah-Muhammadiyah Kompak Soal Lebaran

Pemerintah dan Muhammdiyah kompak soal penetapan hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 Hijriah

Pemerintah-Muhammadiyah Kompak Soal Lebaran
Menteri Agama Lukman Hakim (tengah) didampingi Ketua MUI Maruf Amin (kedua kiri), Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong (kiri), Dirjen Bimas Islam Kemenag Machasin (kedua kanan) dan Sekjen Kemenag Nur Syam (kanan) memberikan keterangan pers hasil sidang isbat di Kementerian Agama, Jakarta, Senin (4/7). Pemerintah melalui mekanisme sidang isbat menetapkan Idul Fitri 1437 Hijriah jatuh pada Rabu (6/7). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye/16 

* Hari Raya Idul Fitri Besok

JAKARTA - Pemerintah dan Muhammdiyah kompak soal penetapan hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 Hijriah. Pemerintah menetapkan hari Raya Idul Fitri jatuh pada Rabu (6/7). Penetapan ini berdasarkan sidang isbat yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kementerian Agama, Senin (4/7).

“Bulan Ramadhan yang kita jalankan digenapkan menjadi 30 hari. Maka besok, Selasa kita masih berpuasa,” kata Menteri Lukman saat memberikan keterangan pers.

“1 Syawal jatuh pada lusa, hari Rabu, 6 Juli 2016. Inilah yang disepakati bersama peserta sidang isbat,” ucapnya.

Sidang isbat dilakukan oleh Tim Badan Hisab Rukyat Kemenag terkait posisi hilal secara astronomis pada 29 Ramadhan 1437 Hijriah. Sidang isbat dihadiri oleh Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher dan Ketua MUI Ma’ruf Amin. Para undangan yang berasal dari organisasi masyarakat Islam, dan para Duta Besar negara-negara Islam juga menghadiri sidang ini.

Menurut Lukman, kesepakatan sidang isbat dibuat berdasarkan dua hal, yaitu perhitungan hisab dan metode rukyat berdasarkan laporan petugas yang melihat hilal.

Berdasarkan penghitungan hisab, pada 29 Ramadhan 1437 Hijriah atau Senin (4/7) selepas maghrib, posisi hilal masih berada di bawah ufuk. “Semua provinsi, selain Sumatera Barat dan Aceh yang memang belum masuk waktunya, tidak ada satu pun yang melihat hilal,” ujar Lukman.

“Hilal pada 29 Ramadhan di bawah ufuk minus 2 derajat 45 menit dan minus 0 derajat 49 menit,” tambah Lukman.

Hasil penghitungan hisab itu kemudian juga dikonfirmasi dengan metode rukyat. Metode rukyat dilakukan di 90 titik di seluruh Tanah Air, yang dilakukan petugas Kementerian Agama yang telah disumpah. Hal ini sebagaimana diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Sebelumnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1437 H jatuh pada Rabu, 6 Juli 2016. Keputusan penetapan 1 Syawal ini dituangkan melalui maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2016.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved