Duka Lebaran di Kampung Redines

ELI Suryani (43) bersama dua anaknya, Riska (5) dan Alif (3) ditemukan dalam kondisi hangus dalam

Warga melihat satu unit mobil jenis kijang Toyota, nopol BL 680 GT yang hangus terbakar di Kilometer 92, Kampung Persiapan Redines, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (10/7). Selain itu, sebanyak 10 unit rumah terbakar dan tiga orang meninggal dunia dalam musibah yang terjadi, Sabtu (9/7) malam, sekita pukul 19.30 WIB. SERAMBI/MAHYADI 

ELI Suryani (43) bersama dua anaknya, Riska (5) dan Alif (3) ditemukan dalam kondisi hangus dalam puing-puing kebakaran rumah mereka di Kampung Redines, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Sabtu (9/7) malam. Kesedihan pada hari keempat Lebaran Idul Fitri 1437 H tersebut semakin tak terbendung karena ketiga korban yang sudah tidak berbentuk itu ditemukan dalam posisi berdekapan.

Sekdes Kelupak Mata (desa induk Redines), Iliyen menyebutkan, ketiga korban berasal dari Aceh Tamiang dan baru sekitar tiga bulan menetap di kampung tersebut. Bahkan, administrasi tanda menetap di kampung itu masih dalam proses. “Kartu Keluarga (KK) dan KTP masih diurus di Kantor Kependudukan. Tapi mereka memang sudah tercatat sebagai warga di sini,” kata Iliyen.

Eli Suryani dan keluarganya merupakan orang baru di Km 92, Kampung Persiapan Redines. Saat kejadian, suami korban, Nanang yang berprofesi sopir mobil rental sedang dalam perjalanan ke Aceh Tamiang mengantar salah seorang putrinya. Sedangkan di rumah, Eli Suryani tinggal bersama tiga anak yang lain, yaitu Riska, Alif, dan Gunawan. Namun, Gunawan selamat dalam peristiwa itu.

Ba’da Magrib itu, penghuni rumah berhamburan menyelamatkan diri sambil menjerit minta tolong saat melihat api berkobar membakar bangunan berkontruksi kayu itu.

Saat api berkobar, Eli Suryani sempat lari ke luar rumah sembari memboyong seorang putranya, Gunawan. “Tetapi, pas sudah berada di luar, Eli Suryani teringat kalau dua anaknya masih tertidur di dalam rumah,” ungkap Sekdes Kampung Kelupak Mata, Iliyen.

Menurut Iliyen, banyak warga idak melihat Eli Suryani kembali masuk ke rumah yang sedang terbakar. Selanjutnya, warga tidak melihat lagi perempuan itu keluar. “Ada yang sempat mencari ke kebun kopi di belakang rumah karena mengira dia melompat ke belakang,” kata Iliyen.

Setelah api berhasil dipadamkan, Eli Suryani ditemukan dalam kondisi berpelukan dengan kedua anaknya. Secara fisik kondisi korban sudah tidak lagi berbentuk lantaran sudah hangus terbakar. “Kondisinya sangat mengenaskan, karena sebagian tubuhnya sudah terbakar. Jasad ketiga korban sempat dibawa ke RSU Datu Beru Takengon sebelum akhirnya dibawa pulang ke kampung halaman mereka di Tamiang,” demikian Iliyen.(my)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved