Martunis: Semoga Ronaldo Cepat Sembuh

DUEL partai final Piala Eropa 2016 antara Prancis melawan Portugal menarik perhatian bolamania

Martunis: Semoga Ronaldo Cepat Sembuh

DUEL partai final Piala Eropa 2016 antara Prancis melawan Portugal menarik perhatian bolamania dari belahan dunia. Ada yang favoritkan tuan rumah berjuluk Les Bleus dan mendukung Selecao Das Quinas. Tim yang dijagokan jawara tak terlepas dari hasil babak penyisihan grup hingga final. Akhirnya, Portugal tampil sebagai juara usai menang 1-0 hingga extra time di Stade de France, Senin (11/7) dini hari. Sosok Martunis termasuk yang sejak awal menjagokan Portugal sebagai kampiun. Ini tak terlepas dari kedekatan remaja Aceh yang selamat dari musibah gempa dan tsunami Aceh 26 Desember 2004 dengan timnas Portugal. Martunis merupakan anak angkat dari bintang Portugal, Cristiano Ronaldo. Bahkan, ia sudah enam kali bertemu dalam berbagai kesempatan dengan penyerang Real Madrid yang populer dengan sebutan CR7.

Wajar saja bila Martunis bersikukuh mendukung Portugal. Terlebih, remaja kelahiran Gampong Tibang, Banda Aceh, ini baru pulang setelah menimba ilmu di Akademi Sporting Lisbon, Portugal, Kamis (16/6) malam. Martunis berada di Portugal sejak 28 Juni 2015. Dia mendapat beasiswa dari Sporting Foundations untuk belajar ilmu sepak bola. Ini merupakan klub masa kecil Ronaldo.

Ketika menyaksikan partai final, Martunis tetap yakin dan ingin Portugal yang mengangkat trofi. Demi gelar tersebut dirinya pun berdoa semoga tim besutan Fernando Santos menjadi juara. Tapi Martunis mengaku cukup tegang ketika usia pertandingan menginjak 24 menit. Karena ayah angkatnya mengerang kesakitan sambil meminta untuk digantikan. Ini imbas dari pelanggaran oleh pemain Prancis, Dimitri Payet pada menit 9.

“Saya sempat tegang ketika Ronaldo mengalami cidera, saya ikut sedih. Saya takut karena Portugal mengandalkan Ronaldo. Tapi saya tetap yakin Portugal pasti menang. Saya selalu berdoa kepada Ronaldo yang terbaik dan juga bisa meraih gelar pemain terbaik dunia. Saya berharap semoga dia cepat sembuh,” katanya didampingi kakak asuhnya, Munawardi Ismail kepada Serambi kemarin.

Martunis yakin pemain Portugal akan berjuang hingga akhir meskipun tanpa elkapiten Ronaldo. Karena sebelumnya ia pernah melihat langsung laga ujicoba antara Portugal melawan Prancis. Tuan rumah Portugal yang diperkuat Ronaldo menyerah 1-0, di Stadion Jose Alvalade di Kota Lisbon, Sabtu (5/9/2015) WIB. Prancis menang lewat gol Mathieu Valbuena hanya 5 menit menjelang laga berakhir. “Tapi permainan kedua tim cukup bagus,” cerita Martunis yang sudah berusia 19 tahun.

Ketika Portugal mencetak gol penentu kemenangan melalui Eder pada 109 laga final. Ia mengaku sangat senang. Bahkan ketika Eder masuk pada menit 79 menggantikan Renato Sanches sudah yakin bisa mencetak gol. Dari dulu dirinya berkeyakinan bahwa Eder adalah sosok striker yang bagus dan punya postur yang sangat tinggi. “Saya sangat senang Portugal dapat mengalahkan tuan rumah. Mereka bisa membanggakan rakyat Portugal. Saya juga sangat bangga kepada Portugal dan Ronaldo,” ujarnya.

Keberhasilan Portugal menjadi juara turut dirayakan Martunis lewat akun media sosialnya. Martunis menulis “Selamat menjadi raja Eropa,” melalui akun Instagramnya dalam bahasa Inggris sambil memajang foto pemain Portugal. Tulisan Martunis ini mendapat ribuan tanda 'like’ dan beragam komentar. “Saya tidak berkomunikasi langsung dengan Ronaldo, tapi saya hanya mengucapkan selamat lewat akun twitter, Facebook dan Instagram,” pungkas Martunis.(muhammad hadi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved