Droe Keu Droe

Jawaban Kasubbag Rumah Tangga Membingungkan

AGAK membingungkan memaknai maksud Bapak Munawir Arifin S.STP (Kasubbag Rumah Tangga

AGAK membingungkan memaknai maksud Bapak Munawir Arifin S.STP (Kasubbag Rumah Tangga Pimpinan Biro Umum Setda Aceh), perihal boleh tidaknya masyarakat umum shalat di Mushala Pendopo Gubernur Aceh sebagaimana dimuat dalam rubrik Droe Keu Droe (Serambi, 13/7/2016).

Dalam alenia kedua tertulis, “pada prinsipnya, setiap orang yang ingin melaksanakan shalat di Mushala Pendopo Gubernur Aceh diperbolehkan. Namun demikian, sebagai sarana ibadah yang berada di dalam kompleks pendopo, mushala tersebut diperuntukkan khusus untuk para tamu dan karyawan yang bekerja di lingkungan pendopo gubernur, kecuali jika ada acara tertentu yang terbuka untuk umum”.

Di kalimat pertama dinyatakan bahwa setiap orang diperbolehkan shalat di Mushalla Pendopo, tetapi dalam kalimat kedua dibatasi khusus untuk tamu, karyawan dan pada acara tertentu yang terbuka untuk umum.

Mohon klarifikasi; apakah masyarakat umum hanya boleh shalat di Mushala Pendopo Gubernur pada saat menjadi tamu atau undangan pada acara tertentu, atau masyarakat umum boleh shalat di Mushala Pendopo Gubernur kapan saja tanpa ada tedeng aling apa pun?

Terkait pernyataan Bapak bahwa aktivitas pada fasilitas milik pemerintah ada prosedur tetapnya, kami ingin tahu prosedur tetap apa yang harus kami penuhi agar dapat shalat di Mushala Pendopo Gubernur; apakah harus menyerahkan KTP pada Sekuriti atau harus melewati metal detector? Mohon klarifikasi, terima kasih.

Zulfikri SE
Warga Keudee Krueng Geukueh Dewantara, Aceh Utara. Email: ekobanglhokseumawe@gmail.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved