Breaking News:

Film "Bangkit!" akan Diputar di Banda Aceh

Ahmad Mauladi dari Kaninga Cinema Aceh mengatakan pemutaran di Banda Aceh dilakukan di Gedung Sultan Selim II.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Fatimah
tribunnews.com

Laporan Fikar W.Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA ----Film "Bangkit!" yang diputar perdana, Senin (18/7/2016) malam akan diputar di Banda Aceh bersamaan dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia, pada 28 Juli 2016 mendatang.

Ahmad Mauladi dari Kaninga Cinema Aceh mengatakan pemutaran di Banda Aceh dilakukan di Gedung Sultan Selim II.

"Kita ingin publik Banda Aceh juga bisa menikmati film ini," kata Ahmad Mauladi yang akrab dipanggil Morenk.

"Bangkit!" film yang mengisahkan tentang bagaimana manusia bertahan dan bangkit setelah serangkaian peristiwa bencana. Film ini disutradarai Rako Prijanto.

Kisah bermula saat aksi heroik sosok Addri (Vino G. Bastian) yang tengah berjuang berusaha menyelamatkan seluruh penumpang bis yang nyaris
terperosok ke dasar jurang akibat
tergelincir karena guyuran hujan deras. Suasana gelap menghadirkan situasi yang begitu mencekam, namun Addri berhasil menguasai situasi dan berkat kecekatannya ia berhasil menyelamatkan para penumpang.

Addri adalah seorang anggota TIM SAR Nasional (BASARNAS). Ia sangat berkomitmen dan mendedikasikan
hampir seluruh hidupnya pada pekerjaan yang ditekuninya tersebut.

Di lokasi terpisah, seorang pemuda bernama Arifin (Deva Mahenra) - seorang analis BMKG - tengah berpacu mengejar waktu untuk memenuhi permintaan kekasihnya, Denanda (Acha Septriasa) - seorang dokter, untuk menghadiri pemberkatan hubungan mereka di gereja. Namun karena keteledorannya yang berakibat pada hilangnya cincin pernikahan mereka, memaksanya untuk mencuri waktu, menyempatkan diri membeli cincin yang baru sebelum menghadiri acara pemberkatan tersebut.

Namun kondisi cuaca yang saat itu benar-benar tidak bersahabat telah menghambat langkah Arifin. Sesaat setelah menaiki sepeda motornya, tiba-tiba saja terdengar bunyi gemuruh arus air dari arah pintu keluar dan menerpa
Arifin beserta motornya. Arifin berusaha keras menyelamatkan dirinya, mencoba bertahan, hingga akhirnya sosok Addri lah yang menyelamatkannya. Tim SAR yang tanggap turut mendatangi lokasi
kejadian dan beraksi melakukan upaya penyelamatan.

Ahmad Mauladi mengatakan, film ini menggunakan teknologi modern sehingga gambarnya benar-benar hidup.
"Aceh pernah dilanda gempa besar dan tsunami. Semangat bertahan dan bangkit seperti itulah yang ingin diserap dari semangat film ini," katanya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved