Kalau Nggak Sekarang, Kapan Lagi Aceh Maju

KADISDIK Aceh, Hasanuddin Darjo, di hadapan aktivis mahasiswa yang berdemo ke kantornya

Kalau Nggak Sekarang, Kapan Lagi Aceh Maju
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Hasanuddin Darjo menjawab pertanyaan wartaan usai pertemuan dengan Komisi V DPR Aceh, Kamis (14/7). SERAMBI/BUDI FATRIA 

KADISDIK Aceh, Hasanuddin Darjo, di hadapan aktivis mahasiswa yang berdemo ke kantornya, Senin (18/7) menjelaskan mengapa harus ada videotron di Aceh.

Darjo membaca beberapa lembaran dokumen yang menurut amatan Serambi di dalamnya ada lebih 30 point terkait keunggulan dan mengapa harus ada videotron di Aceh. Namun, teks itu tidak tuntas dibacakan Darjo, karena mahasiswa memintanya untuk berhenti lantaran dinilai alasan tersebut tidak masuk akal.

Di antara point yang sempat dibacakan Darjo menyebutkan, videotron di Aceh dibangun karena selama ini iklan non-edukatif mengalahkan iklan edukatif. Selanjutnya, selama ini iklan ucapan selamat untuk hal-hal lain lebih banyak, sementara ucapan untuk tahun ajaran baru sangat nihil.

Dari sisi keunggulan, kata Darjo, videotron menjadi tontonan menarik bagi masyarakat dan sekaligus bisa menjadi hiburan. “Lebih memikat dan efeknya lebih mudah diresapi dan diterima lebih cepat,” sebut Darjo.

Saat diwawancarai ulang oleh Serambi, Darjo juga menyebutkan kehadiran videotron di Aceh bagian upaya untuk mewujudkan Provinsi Aceh sebagai provinsi smart city dan menghadirkan konsep digital dalam dunia pendidikan Aceh. “Kalau nggak sekarang, kapan lagi Aceh maju. Coba ke Jogja, di sana juga sudah ada videotron. Jadi tujuannya ini banyak sebenarnya, salah satunya untuk akses informasi, kita ingin pendidikan yang smart city, harus modern, harus digital,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, program videotron itu sudah dibahas pihaknya sejak 2015. Artinya, banyak pertimbangan yang kemudian menjadi acuan untuk dihadirkan videtron di Aceh. Selain mewujudkan pendidikan yang smart city, keterbataan wilayah dan kurang maksimalnya akses informasi dari tiap-tiap daerah juga jadi alasan pembangunan infrastruktur videotron di Aceh.

“Perencanaannya sudah kita siapkan sangat matang dari tahun lalu, ini juga permintaan dari kabupaten/kota. Videotron ini akan kita tempatkan di lima kabupaten yakni Aceh Besar, Pidie, Aceh Tamiang, Subulussalam, dan Aceh Barat,” sebut Darjo.

Terkait permintaan mahasiswa untuk menyetop program tersebut, Darjo mengatakan dirinya tidak dalam kapasitas untuk menyetop atau melanjutkan program yang yang telah diusulkan itu. “Saya tidak dalam kapasitas untuk menyetop atau menjalankan, itu sudah diprogramkan, karena sudah diprogramkan ya kami harus menjalankan. Soal ada masukan dari mahasiswa, itu akan jadi bahan pertimbangan bagi kami,” pungkas Hasanuddin Darjo. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved