Tiga Kali Main, Tiga Kali Seri

SSB Fatin Putra Banna Peusangan, Bireuen, Sabtu (23/7) sudah menyelesaikan tiga pertandingan

* Kiprah Fatin di Final Nasional DNC 2016

BANDA ACEH - SSB Fatin Putra Banna Peusangan, Bireuen, Sabtu (23/7) sudah menyelesaikan tiga pertandingan pada babak penyisihan grup C Final Nasional Aqua Danone Nations Cup (DNC) 2016. Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, mereka mencatat tiga kali seri. Dengan hasil itu, Fatin gagal melaju ke babak delapan besar even untuk menentukan wakil Indonesia ke final dunia Danone di Prancis, Oktober mendatang.

Jika Aceh gagal ke putaran berikutnya karena kalah satu poin dari tiga tim lain, namun nasib lebih tragis dialami Sulawesi Selatan (Sulsel). Pasalnya, walau mereka memperoleh nilai empat atau sama dengan dua tim lain di grup C yaitu Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Barat 2, tapi Sulsel juga gagal ke delapan besar. Hal itu terjadi mereka karena tak beruntung dalam babak tos-tosan.

Pada pertandingan pertama, Fatin yang turun full-team yaitu Muhammad Furqan (kiper), T Muammartillah, Shahibul Khair, Rafiz Ramadhan, Muhammad Fazil, Juniarta Wahyudi, Cautsar, dan Mufti Akbar langsung berupaya memegang kendali permainan. Tapi, hal itu direspons dengan cepat oleh kubu Jateng.

Pun demikian, anak-anak Peusangan tak patah semengat. Mereka terus mengusik pertahanan lawan. Upaya skuadra ‘kota sate’ akhirnya membuahkan hasil setelah hentakan Mufti Akbar pada menit Ke-6 menembus jala Jateng. Skor 1-0 untuk Fatin.

Setelah gol itu, laskar Kota Semarang coba mengejar ketinggalan. Melalui satu tendangan bebas dari sisi kiri pertahanan Fatin pada menit Ke-12, skuad Jawa Tengah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Saat skor imbang, pemain kedua tim berusaha memanfaatkan waktu tersisa untuk menambah gol. Tapi, tetap saja mereka tak mampu menjebol gawang lawan. Alhasil, marka imbang itu bertahan hingga laga dibubarkan sang pengadil.

Kondisi hampir sama juga terjadi pada pertandingan kedua dan ketiga melawan Sulsel dan Jabar 2. Kendati memperoleh sejumlah peluang emas, namun pemain Fatin gagal mengkonversinya menjadi gol. Sehingga kedua pertandingan tersebut berakhir dengan skor imbang tanpa gol. Dengan hasil tersebut, Fatin hanya memperoleh nilai tiga hasil tiga kali seri.

Pelatih Fatin Putra Banna, Mulya Saputra kepada Serambi, tadi malam mengatakan, anak-anak sudah bermain maksimal sesuai instruksi. Namun, dewi fortuna belum memihak kepada Fatin. “Buktinya, dalam setiap laga pemain kita memperoleh beberapa peluang emas, tapi gagal membuahkan gol. Apapun hasilnya, inilah hasil yang harus kita terima,” ungkap Mulya didampingi Sekretaris Askab PSSI Bireuen, Syech Mulyadi.

Manajer Fatin Putra Banna, Syahrul Fuadi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Aceh umumnya dan Bireuen khususnys karena Fatin Putra Banna belum mampu memberikan hasil terbaik untuk daerah. Syahrul juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan moril selama Fatin Putra Banna mengikuti kejuaraan Aqua DNC mulai dari regional Aceh hingga ke final nasional di Jakarta. “Mereka sudah berjuang maksimal dalam tiga partai,” katanya.

Ketua Askab PSSI Bireuen, Ir H Saifuddin Muhammad yang ikut hadir menyaksikan perjuangan Fatin di Jakarta, memberi apresiasi yang tinggi kepada pemain, pelatih, dan ofisial Fatin Putra Banna yang sudah tampil maksimal pada final nasional Aqua DNC 2016.

“Walaupun Fatin Putra Banna sebagai wakil Aceh di final nasional Aqua DNC tahun ini belum bisa meraih hasil terbaik, tapi upaya mereka patut kita beri penghargaan. Mudah-mudahan ke depan mereka bisa memberi hasil yang membanggakan daerah,” ungkap Saifuddin yang juga anggota DPRA ini.(ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved