Subulussalam Butuh Sumber Air Baru

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Subulussalam berencana membangun

SUBULUSSALAM - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Subulussalam berencana membangun sumber air baru di Kecamatan Simpang Kiri untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Subulussalam. “Harus ada penambahan sumber air bersih untuk Subulussalam,” kata Kepala PDAM Kota Subulussalam Dian Berutu kepada Serambi, Minggu (24/7).

Menurut Dian, kebutuhan air bersih di Subulussalam semakin tinggi menyusul meningkatnya pertumbuhan penduduk dan perluasan permukiman dalam lima tahun terakhir. Cakupan pelayanan air bersih Subulussalam juga terus meluas sehingga membutuhkan pasokan air lebih banyak. Selama ini, PDAM Subulussalam masih mengandalkan satu sumber air bersih yakni dari Kali Sirekrep, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan.

Dia sebutkan pelayanan air bersih semakin berkurang untuk beberapa tahun ke depan jika hanya mengandalkan satu sumber air. Terlebih saat ini debit air Kali Sirekrep semakin berkurang akibat berbagai faktor alam.

Tak hanya itu, katanya, kondisi listrik yang selama ini kerap padam termasuk cuaca ekstrem hujan deras juga berpengaruh pada pasokan air bersih.

Menurut Dian sejauh ini proses pembangunan sarana air bersih baru masih dalam tahap pengecekan dari Balai Besar Wilayah Sungai Aceh.”Kita berharap dalam setahun ke depan sumber air di Simpang Kiri ini bisa dikerjakan sehingga segera dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih di Subulussalam,” ujarnya.

Sementara itu sebagian besar warga Subulussalam selama ini kerap krisis air bersih lantaran masih mengandalkan sumur sebagai sumber air. Sementara air di sumur dangkal yang biasa mereka gunakan tak lagi mengalir pada saat kemarau panjang. Kondisi ini juga menyebabkan masyarakat di Subulussalam beralih menggali sumur bor hingga kedalaman 50 meter.

Meski sudah menggali sumur bor dengan biaya mahal, warga mengaku belum puas lantaran kondisi air keruh dan kuning. Bahkan, kata warga, buruknya kondisi air sumur mereka membuat gigi dan kuku ikut bewarna gelap. “Selama ini kami juga mengunakan air sumur bor, tapi kondisi airnya tidak bagus kuning, berminyak dan bau,” ujar Herlina, warga setempat.(lid)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved