15.000 Warga Pijay belum Miliki KTP

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pidie Jaya, Helmi SSTp menyebutkan

MEUREUDU - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pidie Jaya, Helmi SSTp menyebutkan, dari 110.000 penduduk di kabupaten ini yang wajib memiliki kartu tanda penduduk (KTP), sekiar dari 15.000 orang (20 persen) di antaranya hingga saat ini belum memiliki kartu identitas tersebut.

“Warga Pijay yang belum mengantongi KTP kebanyakan adalah mereka yang bermukim di pedalaman, dan warga lanjut usia (lansia), sehingga menganggap dirinya tidak perlu lagi mengurus KTP. Padahal, setiap warga negara harus memiliki KTP sebagai kartu identitas resmi,” kata Helmi.

Ia pun menyarankan, warga yang belum memiliki KTP agar mengurusnya ke kantor camat terdekat, khususnya bagi warga yang tinggal jauh dari ibukota kabupaten. Karena saat ini, hampir seluruh kecamatan di Pijay sudah memiliki alat perekaman data diri.

“Hanya di Kecamatan Trienggadeng yang alatnya sudah lama rusak, namun warga bisa mendatangi kecamatan tetangga, seperti Kantor Camat Panteraja, atau kantor Camat Meureudu, bisa juga langsung ke Kantor Disdukcapil untuk mengurus KTP,” ungkapnya.

Proses pengurusan KTP, termasuk akte kelahiran, kartu keluarga (KK), sama sekali tidak dikenakan biaya. Karena itu ia berharap warga yang belum memiliki KTP segera mengurusnya, untuk memudahkan warga dalam mengurus segala hal yang berhubungan dengan administrasi kependudukan.

Helmi juga mengatakan, saat ini sekitar 1.000 lembar KTP yang telah diproses sejak tahun 2010 lalu, belum diambil pemiliknya. KTP tak bertuan ini tidak diambil karena alasan terjadi kesalahan nama, tempat/tanggal lahir, alamat, maupun foto yang tertukar. “Hal itu terjadi, karena awalnya proses e-KTP dilakukan di pusat. Sehingga banyak terjadi kesalahan,” jelasnya.

KadsidukcapilPijay, Helmi SSTp, berencana mengirim petugas ke setiap sekolah guna memudahkan murid/siswa yang belum memiliki akte kelahiran, mengurus dokumen tersebut.

“Program ini kami rencanakan pada Bulan Agustus 2016, dengan mendatangi sekolah-sekolah sesuai jadwal yang telah diatur. Upaya itu dilakukan agar semua anak usia 6-18 tahun memiliki akte kelahiran.

Menurut data Disdukcapil Pijay, dari 52.171 warga berusia 0-18 tahun, yang sudah memiliki akte kelahiran baru 32.384 orang.(ag)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved