Menkes Imbau Warga Aceh tak Berobat ke LN

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Prof Dr dr Nila Farid Moeloek SpM (K), mengimbau masyarakat Aceh untuk tidak

Menkes Imbau Warga Aceh tak Berobat ke LN
Menteri Kesehatan RI, Prof Dr dr Nila Farid Moeloek Sp M (K) mendapatkan cindera mata usai menjadi pembicara dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Unsyiah (IKAU) di Gedung Auditorium Ali Hasymi, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Sabtu (30/7). SERAMBI/ SUBUR DANI 

* Disampaikan pada Seminar Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah

BANDA ACEH - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Prof Dr dr Nila Farid Moeloek SpM (K), mengimbau masyarakat Aceh untuk tidak terlalu sering berobat ke luar negeri (LN). Menurut Menkes, saat ini masyarakat tak menyadari bahwa tenaga medis yang ada di dalam negeri seperti di Aceh, jauh lebih baik dari tenaga medis di luar negeri.

Hal itu disampaikan Menkes usai menjadi keynote speaker dalam seminar nasional yang diselenggarakan Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah (IAKU) di Gedung Auditorium Ali Hasymi, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Sabtu (30/7) pagi. Perihal itu awalnya mencuat dalam sambutan Gubernur Aceh yang dibacakan oleh Sekda Aceh, Drs Dermawan MM.

“Tidak dipungkiri Bu Menteri, saat ini masih banyak sekali masyarakat Aceh yang memilih berobat ke luar negeri, kita tidak tahu apa ini masalahnya Bu. Mungkin tidak dapat dipungkiri saat ini masih ada keluhan masyarakat atas pelayanan kesehatan, Pak Gubernur berpesan pembenahan sistem pelayanan kesehatan harus terus dilaksanakan,” kata Dermawan MM.

Menjawab persoalan itu, saat diwawancarai Serambi, Menkes meminta masyarakat Aceh untuk tetap berobat di Aceh atau di dalam negeri. “Nggak perlu berobat ke luar negeri donk, nggak perlu. Tenaga medis kita jauh lebih terampil dari tenaga medis luar negeri, saya tahu karena saya juga pernah belajar di luar negeri,” kata Menkes Nila.

Menkes tak menampik, banyak persoalan dalam dunia kesehatan saat ini sehingga memantik minat masyarakat untuk berobat ke luar negeri dan menafikan tenaga medis atau rumah sakit dalam negeri. Oleh karena itu, ia juga mengimbau semua tenaga medis di Aceh untuk meningkatkan integritas, moralitas, dan nasionalisnya. “Ketulusan hati kita (tenaga medis) sangat penting, sehingga akan tumbuh kepercayaan dari masyarakat. Jangan memikirkan satu keuntungan dari orang sakit, tetapi tugas kita yang utama adalah menjaga masyarakat untuk menjadi sehat,” sebutnya.

Jika semua itu berjalan sebagaimana mestinya, sambung Menkes, iming-iming atau megahnya rumah sakit dan tenaga medis dari luar negeri tak akan bergeming di Indonesia, khususnya Aceh. Ia mengajak semua yang terlibat dalam persoalan kesehatan untuk terus meningkatkan pelayanan dan meningkatkan kinerja untuk melayani masyarakat.

Sementara Ketua Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah (IKAU), dr Syahrul Musaddiq menyebutkan, seminar tersebut merupakan sebuah bukti bakti alumni kepada masyarakat. Salah satu bakti yang selama ini sedang dilakukan adalah membuat program desa binaan di Kemukiman Lamteuba, Seulimum, Aceh Besar. Dalam waktu dekat, kata Syahrul, mahasiswa dan alumni Kedokteran Unsyiah akan turun untuk menjalankan program itu.

Sedangkan seminar kemarin diikuti ratusan alumni Fakultas Kedokteran Unsyiah, peserta umum dan sejumlah undangan. Selain Sekda Aceh dan Menkes, juga hadir Sekretaris Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikti, Prof Dr Sutrisna Wibawa, Deputi Gubernur Lemhanas, Laksamana Muda Ir Yuhastihar MM, Direktur RSUZA, dr Fachrul Jamal SpAN, Ketua Ikatan Alumni Unsyiah Sulaiman Abda, dan Civitas Akademika Fakultas Kedokteran Unsyiah.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved