Jumat, 24 April 2026

PA Deklarasikan Pak Cek-Juanda

Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW PA) Aceh Besar mendeklarasi secara terbuka pasangan

Editor: bakri
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar, Saifuddin Yahya (Pak Cek), Juanda Djamal melakukan orasi pada acara deklarasi pasangan tersebut di lapangan sepak bola Matador Lamreung, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Minggu (31/7). SERAMBI/BUDI FATRIA 

* Lima Parnas Teken Surat Pernyataan Dukungan

BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW PA) Aceh Besar mendeklarasi secara terbuka pasangan Saifuddin Yahya (Pak Cek) dan Juanda Djamal sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Aceh Besar periode 2017-2022.

Deklarasi akbar itu diselenggarakan di Lapangan Matador, Lamreung, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Minggu (31/7) siang. Amatan Serambi, deklarasi itu dipadati oleh massa dalam jumlah besar, yang datang dari berbagai wilayah di Aceh Besar.

Pihak kepolisian dan personel satuan tugas (satgas) PA yang mengenakan seragam loreng merah juga tampak sibuk mengatur lalu lintas di kawasan tersebut. Sejumlah papan bunga juga berjejer rapi menutup lapangan.

Massa yang terus-terusan berdatangan langsung mengambil tempat di bawah tratak yang telah disiapkan. Dua tratak ditempatkan di depan panggung utama, dengan memisahkan antara laki-laki dan perempuan, kebanyakan dari masyarakat yang hadir juga harus berdiri dan mencari tempat lain karena kursi yang disediakan tidak cukup.

Dalam deklarasi kemarin, Jubir DPA PA, Adi Laweung, didapuk sebagai pembaca Surat Keputusan (SK) tentang penetapan Pak Cek-Juanda Djamal sebagai pasangan yang diusung PA Aceh Besar. Surat bernomor 014/KPTSDPA/7/2016 itu ditanda tangani oleh Ketua DPA PA, Muzakir Manaf dan Sekretaris Jenderal, Mukhlis Basyah.

Pak Cek dalam orasi politiknya menyebutkan, perdamaian telah mengantarkan masyarakat Aceh kepada perjuangan politik. Semua kelemahan di masa lalu kata Pak Cek, harus menjadi pembelajaran untuk membangun Aceh Besar yang lebih baik lagi ke depan.

“Untuk terwujudnya semua itu, tentunya kita harus satukan visi, hati, persepsi, guna membangun Aceh Besar yang lebih baik lagi. Untuk agenda politik di tahun 2017, kita tentunya harus menang, insya Allah,” sebut Pak Cek disambut tiuh tepuk tangan.

Pak Cek juga mengucapkan terima kasih kepada tim relawan. Ia berharap, ke depan semua tim terus memupuk semangat bekerja hingga pilkada nanti. “Semua harus bekerja ikhlas, santun, dan baik agar masyarakat simpati kepada kita. Ingat, agenda politik 2017, kita harus menang,” pungkas Pak Cek.

Sementara Juanda Djamal mengatakan, sepuluh tahun sudah terwujudnya damai di Aceh, tapi masih menyisakan berbagai permasalahan. Khususnya di Aceh Besar, jika diizinkan memimpin, ia akan menciptakan kerangka pembangunan yang berkesinambungan. “Kita sepakat, kerangka pembangunan Aceh Besar ke depan atas dasar kesinambungan terhadap capaian pembangunan yang sedang berlangsung di bawah kepemimpinan Aduen Mukhlis,” jelasnya.

Dalam deklarasi kemarin, lima partai nasional (parnas) yang telah menyatakan sikap mendukung Pak Cek-Juanda Djamal juga turut hadir, kelima parnas adalah Demokrat, PKS, Gerindra, PPP, dan PKB. Masing-masing ketua parnas juga menandatangani surat pernyataan di hadapan massa, disusul dengan sejumlah ormas dan OKP yang juga telah menyatakan dukungan bagi Pak Cek-Juanda Djamal.

Bakal calon wakil gubernur Aceh, TA Khalid juga hadir dalam deklarasi itu. Ia juga ikut menyampaikan orasi politiknya. Sementara Ketua DPA PA, Muzakir Manaf (Mualem) yang juga bakal calon Gubernur Aceh tak hadir. Menurut TA Khalid, Mualem berhalangan hadir disebabkan agenda yang juga penting.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Aceh Besar menyesalkan pencatutan logo partainya di undangan acara deklarasi pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Aceh Besar, Saifuddin Yahya (Pak Cek)-Juanda Djamal.

Hal itu disampaikan Ketua DPD Partai NasDem Aceh Besar, H Sophan Sofyan, kepada Serambi, Minggu (31/7). Ia didampingi Sekjen partai Haddadi Djakfar SE, Bendahara Zulfikar SH, dan Wakil Ketua Asnawi SE.

Sophan menjelaskan, partainya hingga saat ini belum menentukan sikap terkait paslon yang bakal didukung partai. Sebab, kewenangan sepenuhnya berada pada DPP dan DPW NasDem Aceh. “Sampai detik ini NasDem belum tentukan arah. Pencatutan logo partai itu tidak sesuai etika politik, jadi harus diperbaiki,” ujarnya.

Sejauh ini, lanjut Sophan, pihaknya selalu menjalin komunikasi yang baik dengan kedua paslon Aceh Besar, baik Pak Cek-Juanda Djamal maupun Mawardi Ali-Tgk H Husaini. “Kedekatan ini yang mungkin disalahartikan oleh pasangan tersebut (Pak Cek), sehingga tanpa konfirmasi mereka mencatut logo NasDem,” kata Sophan.

Bicara kedekatan, pihaknya mengaku lebih dekat dan intens berkomunikasi dengan dengan pasangan Mawardi Ali-Tgk H Husaini. “Kami memang lebih dekat dengan Mawardi Ali. Namun dukungan partai akan diumumkan akhir bulan ini,” jelasnya.

Meski demikian, lanjutnya, juga tidak menutup kemungkinan NasDem akan mendukung Pak Cek-Juanda Djamal, sebab itu tergantung arahan DPP dan DPW NasDem. Karena itu lah pihaknya merasa perlu melakukan klarifikasi persoalan pencatutan logo partai ke kader dan publik.(dan/fit)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved