14 CJH Aceh Utara belum Ada Visa

Sebanyak 14 dari 355 Calon Jamaah Haji (CJH) Aceh Utara, hingga Senin (1/8), dilaporkan

* Berangkat Tanggal 11, 15, dan 17 Agustus 2016

LHOKSUKON - Sebanyak 14 dari 355 Calon Jamaah Haji (CJH) Aceh Utara, hingga Senin (1/8), dilaporkan belum selesai pembuatan visa. Sementara para CJH asal Aceh Utara akan berangkat ke Tanah Suci dalam tiga gelombang, masing-masing pada 11, 15, dan 17 Agustus 2016. Selain itu, hingga kini juga banyak CJH yang belum disuntik vaksin antiflu.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Utara, Drs Zulkifli Idris, kepada Serambi, usai acara peusijuek (tepung tawari) CJH Aceh Utara yang berlangsung di Masjid Agung Baiturrahim, Lhoksukon, Senin (1/8).

Menurut Zulkifli, jumlah CJH Aceh Utara tahun ini 356. Karena satu orang meninggal, tersisa 355 CJH yang akan berangkat dalam tiga kelompok terbang (kloter), yaitu Kloter 3 pada 11 Agustus 2016, Kloter 6 pada 15 Agustus 2016, dan Kloter 8 pada 17 Agustus 2016. Sementara ke 14 CJH yang hingga kini belum selesai visa, tersebar dalam tiga kloter tersebut.

Zulkifli menyebutkan, visa untuk 341 CJH Aceh Utara diterima pihaknya pada 10 Juli 2016. Sedangkan untuk 14 CJH lainnya hingga kemarin belum ada. Meski hingga kini masih ada CJH yang belum selesai visa, berdasarkan pengalaman sebelumnya tidak ada yang batal berangkat haji. “Kalau terkendala ada kemungkinan, tapi kalau batal berangkat tidak ada,” katanya.

Ia mencontohkan, misalnya CJH Aceh Utara yang berada di Kloter 3 yang seharusnya berangkat tanggal 11 Agustus 2016. Jika sampai 11 Agustus CJH yang bersangkutan belum juga keluar visa, maka keberangkatannya diundur ke Kloter 6 yang berangkat 15 Agustus. Jika sampai 15 Agustus juga belum selesai, diundur lagi ke Kloter 8 yang berangkat 17 Agustus.

Zulkifli Idris menambahkan, belum selesainya pembuatan visa, bukan hanya terjadi di Aceh Utara, tapi juga di seluruh Aceh. Informasi yang ia terima ada sekitar 300 CJH di Aceh yang belum selesai visa. “Pembuatan visa itu di Kementerian Agama RI Jakarta. Pihak Kementerian terus mengupayakan penyelesaian pembuatan visa. Kita berharap bisa selesai dalam waktu dekat, sehingga tak terkendala nantinya,” kata Zulkifli.

Selain visa, juga banyak CJH Aceh Utara yang belum disuntik vaksin antiflu. Menurut Kakankemenag Aceh Utara, Zulkifli Idris, masih ada CJH yang belum disuntik antiflu karena kehabisan stok obat. Padahal sesuai prosedur, suntik vaksin antiflu terhadap CJH harus dilakukan sebulan sebelum berangkat. “Suntik itu memang tidak wajib, yang wajib adalah suntuk meningitis,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Utara, Makhrozal kepada Serambi menjelaskan, suntik antiflu tersebut bukan wewenang Dinas Kesehatan. Namun, petugasnya siap membantu jika ada CJH yang mau disuntik vaksin antiflu tersebut.

Menurut Makhrizal, vaksin tersebut untuk melindungi CJH dari flu, karena cuaca di Arab Suadi sangat ekstrem, kadang panas sekali, kadang sangat dingin. “Kekebalan tubuh yang paling penting. Artinya kalau kekebalan tubuhnya kuat, tak perlu suntik vaksin tersebut. Karena suntik itu untuk menjaga saja, jika kekebalan tubuh tidak kuat,” katanya.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved