Tgk Munirwan Dituntut Tujuh Tahun

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Aceh Barat menuntut mantan Kepala Baitul Mal

* Perkara Korupsi Dana Baitul Mal

MEULABOH - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Aceh Barat menuntut mantan Kepala Baitul Mal Aceh Barat, Tgk Munirwan Mahmud, tujuh tahun penjara. Selain tuntutan penjara terdakwa juga diharuskan membayar denda Rp 200 juta subsidair 3 bulan penjara.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Senin (1/8). Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU itu dipimpin Hakim Ketua Nurmiati SH dengan anggota Supriadi SH dan Zulfan SH. Sementara JPU dari Kejari Aceh Barat Teuku Panca Adhyaputra SH dan Maiman Limbong SH. Terdakwa yang duduk di kursi persakitan didampingi penasehat hukum.

Dalam tuntuntanya JPU menyatakan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah pemberantasan korupsi. Akibat perbuatan terdakwa menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 567,6 juta. Selain itu terdakwa juga dinilai memberikan keterangan berbelit-belit. Sementara yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan merupakan tulang pungung keluarga.

JPU menyatakan terdakwa Tgk Munirwan Mahmud terbukti bersalah secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam dakwaan primer pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20/2001.

“Menjatuhkan pidana terdakwa Tgk Munirwan Mahmud berupa pidana penjara selama 7 tahun dikurangi masa penahanan dengan perintah tetap ditahan dan denda Rp 200 juta subsidair 3 bulan penjara,” ujar JPU, Panca Adhyaputra. JPU juga menyebutkan barang bukti yang telah disita berupa kawat duri 8 kg (1.252 gulung) fiber isi 100 liter (99 unit) dan alat penetas telur (5 unit) dirampas untuk dilelang dan hasil pelelangan akan dikurangi untuk uang pengganti. Sidang kembali dilanjutkan pada 8 Agustus dengan agenda penyampaian pembelaan oleh terdakwa.

Sementara terdakwa setelah persidangan kembali dibawa ke Rutan Kahju Banda Aceh.

Tgk Munirwan sejak 22 Februari 2016 ditahan penyidik Polres Aceh Barat terkait kasus dugaan korupsi dana Baitul Mal tahun anggaran 2010/2011 senilai Rp 567,6 juta. Kasus mulai diusut polisi akhir 2014 dengan totalnya anggaran Rp 5 miliar. Namun sekitar Rp 567,6 juta diduga terjadi penyimpangan dalam penyalurannya, terutama untuk senif fakir yang seharusnya diserahkan dalam bentuk uang segar kepada para penerima, tetapi waktu itu dibelikan alat pertanian tanpa melalui aturan yang berlaku. Tetapi alat tersebut kemudian tidak dapat dimanfaatkan dan hingga ini menjadi besi tua di gudang Pemkab Aceh Barat.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved