IMT-GT Uninet Bahas Pengembangan Renstra

Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle University Network (IMT-GT Uninet) membahas

BANDA ACEH - Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle University Network (IMT-GT Uninet) membahas pengembangan Rencana Aksi Strategis (Renstra) Tahun 2016-2018 melalui workshop di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, 1-2 Agustus 2016.

Deputi Pusat Integrasi Ekonomi IMT-GT Kerja Sama Subregional, Balamurugan Ratha Krishnan menyebutkan, workshop IMT-GT Uninet kali ini dihadiri 28 peserta dari 13 universitas dan Centre for IMT-GT Subregional Cooperation (CIMT). Mereka membahas renstra yang sudah disusun tahun 2015 lalu.

“Dalam kesempatan ini semua peserta dapat berbagi tentang perkembangan yang sudah berjalan seiring dengan pengembangan proyek IMT-GT melalui Renstra 2016-2018. Workshop ini sebagai wadah bertukar pikiran tentang pelaksanaan dan evaluasi terhadap rencana strategis yang diusung,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretariat IMT-GT Uninet Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Dr Muzailin Affan MSc, dalam laporannya menyampaikan, workshop kali ini merupakan workshop ketiga IMT-GT Uninet untuk membahas Renstra 2016-2018. Sebelumnya, workshop serupa berlangsung 29-30 September 2015 di Universiti Sains Malaysia (USM).

“Para peserta workshop merupakan perwakilan dari delapan universitas di Indonesia, yakni Unsyiah, Unimal, USU, Unri, Umrah, Unsri, Unand, dan Unila. Selain itu, ada perwakilan dari USM, Universiti Teknologi Malaysia (UTEM), dan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI). Sementara dari Thailand ada perwakilan dari Pangeran Songkla University dan Thaksin University,” sebutnya.

Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal MEng dalam sambutannya saat membuka acara itu mengatakan, Unsyiah juga memiliki hubungan yang sangat kuat dengan singkatan IMT-GT. Visi Unsyiah adalah IMT, singkatan dari inovatif, mandiri, dan terkemuka.

Unsyiah, menurut rektor, memiliki komitmen yang kuat dalam meningkatkan kualitas akademik untuk menghasilkan lulusan yang sangat kompetitif. Alumni Unsyiah mencapai 100.000 orang dan sudah bekerja di berbagai negara, termasuk Malaysia dan Thailand.

“Kerja Sama IMT-GT Uninet telah memberikan dampak signifikan bagi pengembangan masyarakat di tiga negara, terutama di kalangan jaringan universitas,” ungkapnya.

Menurut Prof Samsul, banyak hal yang dapat dilakukan dengan kerja sama ini seperti penelitian dan seminar bersama, pelatihan atau workshop, dan upaya akademik lainnya.

Dia harapkan nantinya akan ada pertukaran ide antara mahasiswa dan akademisi yang tergabung dalam IMT-GT Uninet.

Unsyiah terpilih mewakili Indonesia menjadi Sekretariat IMT-GT Uninet dalam program implementasi rencana aksi untuk tiga tahun ke depan. Turut hadir dalam kesempatan itu Wakil Rektor I Bidang Akademik Unsyiah, Dr Hizir Sofyan. (dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved