Irwandi Jelaskan Aliran Dana BPKS

Gubernur Aceh periode 2007-2012, Irwandi Yusuf, angkat bicara terkait pencantuman namanya

Irwandi Jelaskan Aliran Dana BPKS

* Bilang Sssst... soal Rp 14 Miliar

BANDA ACEH - Gubernur Aceh periode 2007-2012, Irwandi Yusuf, angkat bicara terkait pencantuman namanya oleh jaksa dalam surat dakwaan Ruslan Abdul Gani, terdakwa perkara korupsi pembangunan dermaga bongkar Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) tahun 2011 pada sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/8). Versi jaksa, dana yang mengalir ke Irwandi dari Ruslan selaku Kepala BPKS saat Irwandi menjabat Gubernur Aceh adalah Rp 14 miliar.

Menurut Irwandi, itu bukan isu baru. “Itu dakwaan jaksa, bukan hal yang baru. Tapi bagi orang yang baru sekarang membacanya seolah-olah itu pengakuan Ruslan Abdul Gani,” kata Irwandi Yusuf dalam konferensi pers dengan puluhan awak media di kediamannya, Jalan Salam, Lampriek, Banda Aceh, Sabtu (6/8) sore.

Dalam konferensi pers itu, Irwandi didampingi Irwansyah alias Tgk Mukhsalmina (Ketua Umum DPP Partai Nasional Aceh) serta dua sohib Irwandi saat aktif di GAM, yakni M Nur Djuli dan Teuku Hadi. Sekitar 30 orang lainnya relawan Irwandi ikut menyaksikan konferensi pers yang berlangsung di bawah pohon beringin yang tumbuh rindang di belakang rumahnya itu.

Ketika wartawan mengajukan pertanyaan tentang apakah benar ia menerima aliran dana dari Ruslan Abdul Gani, Irwandi spontan menaruh jari telunjuk di bibirnya sembari berkata, “Sssttt... jangan keras-keras tanya soal aliran dana itu.” Ia cairkan suasana dengan bercanda.

Sebagaimana santer diberitakan sebelumnya, Bupati Bener Meriah, Ir Ruslan Abdul Gani didakwa melakukan korupsi Rp 5.360.875.500 dalam pembangunan dermaga bongkar Sabang. Selain memperkaya diri sendiri, Ruslan disebut jaksa tindak pidana korupsi (tipikor) turut memperkaya orang lain dan korporasi.

Mereka yang disebutkan jaksa dalam risalah dakwaan itu adalah Heru Sulaksono, Sabir Said, Ramadhani Ismy, Ananta Sofwan, dan Irwandi Yusuf yang menerima dana Rp 14.069.375.000.

Dalam konferensi pers kemarin, Irwandi mengatakan, isu dirinya menerima aliran dana korupsi dermaga BPKS itu sudah muncul sejak pemeriksaan Heru Sulaksono selaku petinggi di PT Nindya Karya tahun lalu. Tersebutnya nama Irwandi sebagai salah satu penerima aliran dana korupsi dermaga BKPS, karena saat itu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapatkan sebuah buku yang berisi catatan-catatan penerima aliran dana tersebut.

“Nah, di antara sekian penerima, tersebutlah dalam buku itu nama Gubernur Aceh garis miring GAM. Nah, KPK ngejar Heru, ke siapa dana itu diberikan, ke Gubernur Aceh atau orang lain? Ternyata dia sebut ke GAM. Tapi, siapa yang terima di GAM saya juga nggak tahu dan KPK pun nggak memberi tahu saya,” ujar mantan ahli propaganda GAM ini.

Menurut Irwandi, selama KPK memeriksa Heru Sulaksono, Ramadhani Ismy, dan sejumlah orang lainnya yang terlibat dalam korupsi itu, ia tak pernah dipanggil KPK untuk dimintai keterangan. Irwandi hanya dipanggil sekali sekitar satu bulan lalu sebagai saksi saat Ruslan mulai diproses. “Cuma itu saya dipanggil sekali, saya juga tanya kenapa saya baru dipanggil sekarang, masalah ini kan sudah muncul saat pemeriksaan Heru dan yang lain. Jawabannya adalah karena berkas Ruslan sudah masuk ke jaksa,” jelas Irwandi.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved