Sipir Rutan Lhoksukon Ditahan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, Jumat (5/8) sore

* Keluarkan Napi tanpa Izin hingga Kabur

LHOKSUKON - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, Jumat (5/8) sore, resmi menahan Junaidi, sipir Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon. Junaidi dititipkan oleh jaksa untuk ditahan di Rutan Lhoksukon, sebagai tersangka dalam kasus mengeluarkan narapidana (napi) tanpa izin hingga napi tersebut kabur.

Untuk diketahui, Junaidi yang bertugas sebagai komandan jaga pada 20 Mei 2016, mengeluarkan M Daini, napi asal Matang Raya, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, tanpa izin kepala rutan atau pejabat lainnya. Daini minta izin pulang ke rumah istrinya di Kuta Makmur, karena sedang sakit. Tapi sampai pagi ia tak kembali. Kejadian itu diketahui sipir lainnya saat serah terima piket jaga. Lalu, mulai 22 Mei, polisi mulai menyelidiki kasus itu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Utara, Jabal Nur MH melalui Kasi Pidana Umum (Pidum) Fahmi A Jalil SH kepada Serambi, Sabtu (6/8) mengatakan, setelah menerima berkas kasus tersebut dari polisi dan kemudian dinyatakan lengkap, pada Jumat (5/8), polisi melimpahkan tersangka kepada jaksa.

“Setelah menerima tersangka dari polisi, langsung kita tahan di Rutan Lhoksukon tempat dia bekerja selama ini, untuk 20 hari ke depan. Proses selanjutnya, kita akan rampungkan dulu dakwaan terhadap tersangka,” kata Fahmi.

Jika dakwaan sudah rampung, sambungnya, baru tersangka dilimpahkan ke pengadilan untuk menjalani proses sidang. “Kita menahan tersangka, karena kita khawatir akan mengulangi perbuatannya, atau bisa menghilangkan barang bukti, serta dikhawatirkan akan melarikan diri,” ujar Fahmi.

Sementara Kapolres Aceh Utara AKBP Wawan Setiawan melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi mengatakan, dalam kasus tersebut, polisi hanya menetapkan satu tersangka, yaitu Junaidi.

Kasat Reskrik menyebutkan, tersangka dijerat Pasal 426 Ayat (1) KUHPidana tentang membiarkan orang melarikan diri atau dengan sengaja melepaskannya. “Karena itu, ia terancam dengan hukuman empat tahun penjara,” kata AKP Mahliadi.

Sementara itu, informasi yang diperoleh Serambi, tiga narapidana yang kabur dari Rutan Lhoksukon dalam beberapa bulan terakhir, hingga kemarin belum ditemukan.

Ketiga napi tersebut masing-masing, M Daini, napi asal Matang Raya, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Ia kabur pada 20 Mei 2016. Selanjutnya, Selain itu, Mukhtaruddin (49), tahanan Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon yang terlibat dalam kasus narkoba. Ia kabur setelah mengelabui petugas yang membawanya berobat, pada 26 Juli 2016.

Terakhir, Wadirullah (32), napi asal Desa Pulo Bluek, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara. Ia kabur dengan memanjat tembok pada 11 Juli 2016.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved