Empat SPAM-IKK Abdya tak Berfungsi

Empat unit mesin pengolahan air bersih atau Sistem Penyediaan Air Bersih Ibukota Kecamatan

* Dirut PDAM Didesak Benahi Kerusakan

BLANGPIDIE - Empat unit mesin pengolahan air bersih atau Sistem Penyediaan Air Bersih Ibukota Kecamatan (SPAM-IKK) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang rampung dibangun empat tahun lalu hingga saat ini dibiarkan mubazir tidak berfungsi dan terancam jadi besi tua.

Keempat mesin SPAM-IKK yang selesai dibangun tahun 2012 dan 2013 menyerap anggaran belasan miliar rupiah dari APBN tersebut yakni SPAM IKK Lembah Sabil di Desa Persiapan Kayee Aceh, SPAM-IKK Blangpidie di Desa Mata Ie (Di Kila), SPAM IKK Babahrot di ujung jembatan Babahrot Desa Pantee Rakyat, dan SPAM IKK Tangan-Tangan Desa Gunong Cut.

Ketua Komisi C DPRK Abdya Julinardi kepada Serambi, Minggu (7/8) menjelaskan kondisi keempat unit mesin SPAM tersebut sangat menyedihkan setelah dibiarkan teronggok tidak berfungsi selama tiga dan empat tahun terakhir. Padahal, masyarakat di lokasi SPAM tersebut kesulitan mendapat air bersih yang layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Politisi Partai Hanura tersebut mendesak Dirut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gunoeng Kila yang baru dilantik 26 Juli lalu segera melakukan pembenahaan sehingga keberadaan keempat mesin SPAM tersebut bermanfaat untuk masyarakat sekitar. “Mesin pengolah air bersih tersebut sangat dibutuhkan warga untuk memenuhi kebutuhan air yang layak konsumsi. Tetapi kita sayangkan sudah bertahun-tahun dibiarkan telantar begitu saja,” ungkapnya.

Terbentuk organisasi PDAM Gunoeng Kila ditandai dengan pelantikan Suryadi Razali sebagai dirut yang pertama pada 26 Juli 2016. Menurut Julinardi manajemen PDAM Gunoeng Kila harus mampu melakukan pembenahan besar-besaran terhadap sarana air bersih yang sudah dibangun. “Sebab, sebagian besar sarana air yang telah dibangun bermasalah atau tidak bisa dimanfaatkan masyarakat.

Padahal, mesin SPAM tersebut sudah didukung jaringan pipa yang mampu menjangkau sejumlah desa sekitar, termasuk sambungan rumah (SR),” ujarnya. Seperti mesin SPAM IKK Lembah Sabil sudah tersedia SR di Desa Persiapan Kayee Aceh, Meunasah Sukon dan Desa Ladang Tuha I (Suak Beureumbang). Namun SR yang sudah dipasang tersebut hanya menjadi pajangan karena air tidak lagi menetes. Demikian juga SPAM IKK Babahrot yang sudah dipasang SR di kawasan Desa Pantee Rakyat sekitarnya.

Sementara Plh Keuchik Persiapan Kayee Aceh Miril Adha juga mengharapkan Dirut PDAM Gonoeng Kila segera memfungsikan SPAM IKK Lembah Sabil. Sarana air bersih tersebut pernah berfungsi setelah dibangun kemudian tidak beroperasi sejak awal tahun 2015 setelah instalasi listrik mesin terbakar. “Instalasi listrik bisa diatasi, tetapi tidak dapat beroperasi karena jaringan pipa bocor di sejumlah titik,” kata Miril Adha.

Dia sebutkan masyarakat Desa Persiapan Kayee Aceh dan warga dari desa lain sangat mengharapkan sarana air bersih tersebut dapat berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari warga. Terlebih lagi, bila musim kemarau sehingga sumur-sumur rumah tangga mulai kering. Sehingga warga Kayee Aceh yang tinggal di kawasan dataran tinggi harus mengonsumsi air dari aliran Krueng Baru.

Dirut PDAM Gunoeng Kila, Suryadi Razali kepada Serambi mengatakan empat unit mesin SPAM-IKK tersebut selama ini tidak berfungsi. Malahan, ada mesin pengolahan air tersebut sudah hilang.

Menurut Suryadi pembenahan tetap dilakukan. Namun untuk saat ini pihaknya lebih fokus pada persiapan sumber daya manusia untuk mengisi sejumlah bidang di organisasi PDAM. Menurut Suryadi Razali butuh anggaran lumayan besar untuk mengoperasikan keempat SPAM-IKK. Sebab, mesin tersebut sudah bertahun-tahun tidak beroperasi, sehingga ada bagian yang rusak, malah ada yang sudah hilang.

Suryadi Razali juga mengaku belum dapat berbuat apa-apa. Selain belum ada staf dan kantor serta anggaran juga belum tersedia. “Direncanakan anggaran operasional PDAM Gunoeng Kila dialokasikan dalam APBK Perubahan 2016,” katanya.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved