Seratus Penyair Baca Puisi di Bumi Teuku Umar

Sementara Mustafa Ismail akan berangkat bersama penyair Indonesia lainnya, Abdul Hadi WM.

Seratus Penyair Baca Puisi di Bumi Teuku Umar
vivanews

Laporan Fikar W.Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA ----- Lebih seratus penyair dalam dan luar negeri akan mengunjungi bumi Teuku Umar, Meulaboh, dalam rangka Temu penyair Nusantara 2016 (TPN 2016). Selama di kota tersebut, para penyair akan baca puisi, bedah buku,dan peluncuran buku.

Penyair Kudus, Jumari HS dan penyair Indonesia yang berdomisili di Tangerang Selatan, Mustafa Ismail, memastikan kehadirannya di kota tersebut. Bagi Jumari, ini merupakan kunjungannya yang pertama ke Meulaboh.

"Insya Allah, saya akan hadir. Saya sedang cari tiket pesawat ke sana," kata Jumari HS dalam percakapan dengan serambinews.com.

Sementara Mustafa Ismail akan berangkat bersama penyair Indonesia lainnya, Abdul Hadi WM.

Temu Penyair Nusantara diselenggarakan Dewan Kesenian Aceh Barat, sebagai rangkaian Pekan Kebudayaan Aceh Barat.

Para penyair yang hadir antara lain bersal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Rusia. Karya-karya para penyair tersebut dirangkum dalam antoligi puisi "Pasie Karam" setebal 450 halaman.

Ketua Dewan Kesenian Aceh Barat, TA. Dadek, menjelaskan, kehadiran para penyair tersebut akan memberi arti lain bagi Aceh Barat.

"Para penyair baca puisi di sejumlah tempat, dan sekaligus peluncuran antologi 'Pasie Karam," kata Dadek yang juga Kepala Bappeda Aceh Barat.

“Pasie Karam” berisi puisi-puisi karya 162 penyair, seperti Taufiq Ismail, Ahmadun Yosi Herfanda, Isbedy Stiawan ZS, Maman S. Mahayana, Anwar Putra Bayu, LK Ara, Suminto A Sayuti, Ahmad Kamal Abdullah (Malaysia), Siti Zainon Ismail (Malaysia), Anie Dien (Singapura), Victor Pagodaev (Rusia) dan lain-lain.

Menurut Dadek, puisi-puisi yang masuk antologi itu adalah hasil seleksi oleh dewan kurator terdiri dari Mustafa Ismail, Fikar W. Eda dan D. Kemalawati. “Mereka membaca dan memilih dari sekitar seribu puisi yang masuk ke panitia,” ujar Teuku Dadek.

Sastrawan Abdul Hadi WM, secara khusus akan membedah buku tersebut.

Panitia Temu Penyair Nusantara juga akan memfasilitasi peluncuran buku puisi terbaru masing-masing penyair peserta pada acara itu. Buku puisi yang hendak diluncurkan adalah yang terbit pada tahun 2016.

Para penyair juga akan diajak menyaksikan dan mengikuti Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB) yang menampilkan aneka kegiatan seni dan budaya seperti pertunjukan, pameran, festival kuliner, dan lain-lain.

Temu Penyair Nusantara adalah acara sastra besar kedua yang diadakan di Aceh pada tahun ini. Sebelumnya, di Banda Aceh telah digelar Temu Penyair 8 Negara.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved