Kelitu Jadi Gampong Iklim

Kampung Kelitu, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, ditetapkan sebagai salah satu Gampong

Kelitu Jadi Gampong Iklim
Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Aceh, Iskandar disaksikan Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM menyerahkan prasasti Gampong Iklim Aceh kepada Reje Kampung Kelitu, Kecamatan Bintang, Selasa (9/8). SERAMBI/MAHYADI 

* Antisipasi Pemanasan Global

TAKENGON - Kampung Kelitu, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, ditetapkan sebagai salah satu Gampong Iklim bersama tiga desa lainnya di Provinsi Aceh. Program Kampung Iklim (Proklim) ini yang telah dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada 2012 sebagai upaya mengantisipasi ‘warming global’ (pemanasan global) atau juga suhu yang terus naik.

Kampung yang terletak di pinggiran Danau Lut Tawar itu ditetapkan Ulee Lheue Banda Aceh, Iboih Sabang dan Saree Aceh Besar. Penetapan Kampung Kelitu ditandai dengan penyerahan prasasti oleh Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Aceh, Ir Iskandar, MSc kepada Reje (Kepala Kampung) Kelitu, di Kampung Kelitu, Selasa (9/8).

Penyerahan prasasti yang telah ditanda tangani Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah disaksikan langsung oleh Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM. Iskandar, menyebutkan penetapan Kampung Kelitu merupakan tindaklanjut dari peluncuran Gampong Iklim tingkat provinsi yang dilakukan oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah pada 26 Mei 2016 lalu.

“Kampung Kelitu bersama dengan tiga kampung lainnya di Aceh diharapkan menjadi pilot projek sebagai kampung iklim yang didukung oleh partisipasi dan perhatian masyarakat terhadap lingkungan,” ujar Iskandar.

Untuk mendukung hal tersebut, Bapedal Aceh akan mempersiapkan 150 tong sampah, 4 unit bank sampah plastik dan penanaman 5.000 bibit tanaman jenis pinus, cemara gunung dan pucuk merah. “Pohon yang ditanam nanti harus sampai tumbuh dan kita juga menyediakan dana pemeliharaannya,” ucap Iskandar.

Menanggapi terpilihnya Kelitu sebagai Gampong Iklim Aceh, Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengharapkan agar masyarakat dapat memberi contoh menjaga dan melestarikan lingkungan. “Lingkungan yang kita jaga dan lestarikan bukan hanya untuk saat ini, tapi bagaimana berlanjut dan dapat dinikmati oleh generasi penerus nanti,” ujar Nasaruddin.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Pak Nas ini, mengajak masyarakat untuk mensyukuri nikmat Allah SWT atas anugerah alam Aceh Tengah yang subur, sejuk dan indah. “Ditempat lain, ada saudara kita yang sangat kesulitan akibat kekeringan,” ujarnya.

Dia menambahkan berdasarkan kondisi itu, sudah seharusnya masyarakat berusaha lebih baik lagi dalam mengelola sumberdaya alam yang sesuai dengan aturan dan tanpa merusak lingkungan. Nasaruddin juga berharap agar masyarakat memberi dukungan penuh atas program iklim ini, sehingga Aceh Tengah tetap sejuk, asri dan indah.

Persoalan perubahan iklim sudah menjadi fenomena lingkungan yang nyata dan diakui sebagai salah satu ancaman terbesar bagi kehidupan manusia. Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Kelompok Kerja-1 pada September 2013 menyebutkan kenaikan suhu wilayah Asia Tenggara pada abad ini berkisar antara 0,4-1 derajat Celcius.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved