Salam

Berilah Ruang Istirahat Bagi Jamaah Calon Haji

Jamaah Calon Haji (JCH) Aceh kelompok terbang (kloter) 1 dari Langsa, Aceh Timur, Aceh Besar, dan Aceh Tamiang

Jamaah Calon Haji (JCH) Aceh kelompok terbang (kloter) 1 dari Langsa, Aceh Timur, Aceh Besar, dan Aceh Tamiang tadi malam bertolak dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang ke Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Drs HM Daud Pakeh menjelaskan, musim haji tahun ini JCH Aceh terbagi sembilan kloter, yaitu delapan kloter penuh diisi jamaah haji Aceh, dan satu kloter gabungan dengan jamaah haji dari Balikpapan yang akan berangkat ke Tanah Suci pada 26 Agustus 2016.

“Nanti pesawat dari Balik Papan transit di Aceh untuk menjemput jamaah kita, selanjutnya langsung ke Madinah. Sama halnya juga saat kepulangan nanti, transit di Aceh baru kemudian ke Balikpapan,” ujarnya.

JCH kloter 1 yang berjumlah 393 orang itu sudah masuk Asrama Haji Banda Aceh sejak Selasa (9/8) pukul 19.00 WIB. Setiba di Asrama Haji, mereka masih harus menjalani serangkaian proses seperti penimbangan barang bawaan dan pemeriksaan kesehatan. JCH juga harus mengikuti bimbingan kesehatan, keselamatan penerbangan, pemeriksaan dokumen, pembagian gelang identitas beserta dokumen, living cost, pengembalian biaya pembuatan paspor serta pembinaan ketua regu dan ketua rombongan.

Menjelang keberangkatan, memang menjadi saat-saat yang melelahkan bagi JCH. Apalagi mereka yang berasal dari luar Banda Aceh, akan lebih melelahkan lagi karena harus menempuh perjalanan darat berjam-jam menggunakan bus. Lalu, setiba di Banda Aceh, mareka juga tidak bisa langsung istirahat, tapi masih harus berlelah-lelah sebelum masuk asrama.

Untuk tahun ini, situasinya memang sangat darurat di Banda Aceh. Sebab, rombongan JCH harus singgah dulu di kompleks Masjid Oman Lampriek karena Masjid Raya Baiturrahman yang biasanya menjadi tempat singgahan atau tempat kumpul jamaah, saat ini masih dalam pembangunan.

Berkumpul atau singgah di Masjid Oman, jamaah memang tidak bisa menikmati suasana lega karena ruang parkir sangat terbatas.

Selain itu, jalan di sekeliling masjid tersebut saat ini menjadi jalan alternatif bagi warga kota sebagai ekses dari ditutupnya jembatan Simpang Surabaya untuk pembangunan jembatan layang dan under pass. Suasana “sesak” menjelang Magrib di sekitar Masjid Oman sangat terlihat ketika kedatangan JCH kloter I, pada Selasa (9/8) sore.

Ruang parkir untuk bus JCH saja sangat sulit. Dan, yang bikin tambah “sesak” adalah adanya mobil-mobil pribadi milik keluarga JCH yang juga ikut mengiringi rombongan.

Oleh karena itu, kita ingin menyarankan dua hal, pertama, keluarga jamaah sebaiknya tidak ikut mendampingi hingga ke Banda Aceh. Sebab, selain banyak risiko di jalan, juga supaya dapat memberi keleluasaan bagi jamaah berkonsentrasi untuk ibadah.

Kedua, melihat kondisi di sekitar Masjid Oman yang sangat sesak, sebaiknya panitia mengarahkan bus-bus rombongan jamaah calon haji untuk masuk Kompleks Taman Ratu Safiatuddin. Jika memang waktu menunggu masuk Asrama Haji cukup panjang, maka bisa saja semua pengurus anjungan setiap kabupaten/kota di Arena PKA itu diminta membuka pelayanan MCK bagi JCH. Untuk shalat jamaah bisa jalan kaki ke Masjid Oman yang jaraknya cuma beberapa ratus meter.

Intinya, kita ingin calon tamu Allah itu benar-benar mendapat pelayanan yang baik sejak di tanah air, di tanah suci, dan hingga kembali lagi ke tanah air nantinya.

Kita doakan pelaksanaan haji tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu perlu komitmen dari para pelaksana di lapangan. Mulai penginapan, akomodasi, dan transportasi yang baik dan lancar serta nyaman selama barada tanah air maupun di Tanah Suci.

Demikian pula JCH kita harapkan dapat menjaga kesegaran fisik masing-masing sehingga bisa melaksanakan ibadah wajib dan sunat nantinya di Madinah dan Mekkah.

Sebab, selain faktor yang bisa dikendalikan dan dikelola manusia, jamaah haji juga harus menghadapi faktor lain seperti cuaca yang terkadang bersahabat atau sebaliknya. Akan tetapi, kita yakin semua halangan itu akan kalah dengan semangat dan antusias jamaah untuk beribadah. Amin.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved