Breaking News:

Ibu-ibu Balee Inong Kuasai Pasar Olahan Lambung

Pasar Olahan milik Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian (DKPP) Banda Aceh, saat ini telah dikuasai

Editor: bakri

BANDA ACEH - Pasar Olahan milik Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian (DKPP) Banda Aceh, saat ini telah dikuasai dan dimanfaatkan oleh Ibu-ibu Gampong Lambung, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, untuk memasarkan hasil kerajinan tangan berupa aneka makanan dan kue khas Aceh.

Kepala DKPP Kota Banda Aceh, T Iwan Kesuma, Minggu (14/8) menyampaikan, pihaknya menyambut baik kreatifitas ibu-ibu dari Balee Inong Gampong Lambung yang telah mampu memproduksi aneka makanan khas Aceh. Menurut Iwan, karya dari sedikitnya 30 Ibu-ibu di Gampong Lambhung perlu diapresiasi dan didukung.

Ada beberapa jenis makanan yang telah diproduksi ibu-ibu seperti beberaa macam kue khas Aceh, aneka makanan dari ikan dan hewan ternak. “Ada makanan kuah tiram, produk dari rumput laut, dendeng sapi, pepes tiram, keumamah khas Lambung, kerupuk kulit naget dan aneka makanan lainnya. Kami lihat sangat khas sekali dan perlu didukung,” ujar Iwan Kesuma.

Kata Iwan, melihat usaha para ibu-ibu tersebut pihaknya berinisiatif memberikan izin pasar olahan yang ada di Gampong Lambung dijadikan lokasi untuk menjual produk-produk tersebut. “Produk-produk mereka telah mulai dipasarkan pada 1 Agustus lalu, kita berikan fasilitas pasar ini untuk lokasi mereka memperkenalkan dan menjual produk-produk hingga dikenal dan diminati konsumen secara luas,” ungkap Iwan.

Kata Iwan, pada hari pertama perkenalan produk di pasar tersebut, hadir sejumlah unsur SKPD pendukung, seperti PPKB, Disperindagkop, Disbudpar, BPM, DK3 dan Satpol PP. Hafir juga unsur pimpinan Bank Indonesia (BI), Handoko. Lanjut Iwan, pasar tersebut dibuka setiap hari dari pukul 14.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB.

Sementara itu, Keuchik Gampong Lambung, Zaidi M Adan berharap Pemerintah Kota Banda Aceh, baik eksekutif maupun legislatif ikut membantu mempromosikan produk-produk unggulan karya Ibu-ibu tersebut karena hingga saat ini pasar olahan tersebut masih sepi pembeli.

“Kita berharap ada jadwal tertentu yang diatur untuk mengunjungi pasar ini dan ikut berbelanja sehingga para pengrajin memiliki semangat untuk terus memproduksi aneka makanan khas Aceh ini. Dari SKPD misalnya, apakah seminggu sekali berbelanja disini,” harap Zaidi yang menginginkan seluruh anggota DPRK juga turun ke Lambung, meninjau dan ikut berbelanja juga.(rel/mis)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved