HUT ke 71 RI

Ada Pacuan Kuda Tradisional dari Tanah Gayo

Atraksi pacuan kuda tanpa pelana itu sudah masuk dalam kalender event wisata provinsi paling barat Indonesia itu.

Ada Pacuan Kuda Tradisional dari Tanah Gayo
SERAMBI/BUDI FATRIA
FOTO FILE - Empat joki cilik memacu kudanya dalam lomba Pacuan Kuda Tradisional di Lapangan Blang Bebangka, Pegasing, Aceh Tengah. Pacuan kuda ini merupakan tradisi masyarakat Tanoh Gayo yang masih bertahan hingga saat ini. SERAMBI/BUDI FATRIA 

Laporan Rasidan dan Nurul Hayati | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Semarak Hari Kemerdekaan ke-71 RI dimeriahkan dengan berbagai cara.

Dari dataran tinggi Gayo, atraksi pacuan kuda tradisional menjadi perhelatan 'wajib' yang banyak dinanti-nanti.
Diikuti oleh peserta dari tiga kabupaten yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

Daerah yang dikenal sebagai 'tiga bersaudara' karena memiliki kesamaan adat, suku, budaya, dan alam.

Atraksi pacuan kuda tanpa pelana itu sudah masuk dalam kalender event wisata provinsi paling barat Indonesia itu.

Antusiasme warga terlihat dari membludaknya penonton yang menjubeli dua tribun di lapangan dan Stadion Buntul Nege Blangsere, Kabupaten Gayo Lues (Galus), Minggu (14/8/2016).

Pada hari penutupan, seribuan pengunjung memadati lapangan Buntul Nege Blangsere yang dijadikan sebagai arena pacuan.

Hal itu berbanding terbalik dengan hari pertama sampai ke empat, dimana pengunjung sepi, kecuali puluhan pengunjung bersama para pejoki dan ofisial, selain kuda pacu dari masing-masing tim.

"Penonton pacuan kuda di Galus sesak pada hari terakhir dan penutupan itu. Bahkan warga berduyun duyun menyaksikan event tersebut mulai dari pelosok desa, baik itu anak anak hingga orang tua," kata Burnudin dibenarkan pengunjung lainnya.

Pacuan kuda ini melibatkan 132 ekor kuda dari tiga kabupaten.

Halaman
123
Penulis: Nurul Hayati
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved