Hendak Kibarkan Bendera ISIS, Polres Wonosobo Tangkap Dua Pendaki di Gunung Sindoro
Dua pria pendaki yang diduga simpatisan ISIS diamankan karena membawa bendera kelompok tersebut.
SERAMBINEWS.COM, WONOSOBO - Tim gabungan Polres Wonosobo berhasil menggagalkan rencana pengibaran bendera ISIS di Gunung Sindoro, tepat pada Hari Kemerdekaan.
Dua pria pendaki yang diduga simpatisan ISIS diamankan karena membawa bendera kelompok tersebut.
Keduanya masih diperiksa intensif oleh kepolisian. Masing-masing bernama M Taufik Ismail Salam dan Siwi Prasetyorini. Taufik wiraswastawan asal Batang, Siwi wiraswastawan dari Sleman.
Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul, membenarkan adanya penangkapan itu.
"Keduanya diamankan di depan Rest Area Kledung Pass. Lalu anggota Polres Wonosobo melakukan penggeledahan. Hasilnya, kami dapati barang bukti bendera ISIS dari tas Siwi, perlengkapan mandi, dan bekal logistik," ungkap Martinus.
Personel gabungan Polres Wonosobo yang dipimpin Kapolres AKBP Aziz Andriansyah segera melakukan sweeping ke pendaki lain.
Mereka juga mengeluarkan imbauan melalui petugas basecamp pendakian di pos pendakian Sindoro dan Sumbing.
Informasi soal niat pengibaran bendera ISIS di Sindoro didapat melalui media sosial. Selasa (16/8/2016), beredar kabar bahwa kelompok Abu Syamil, simpatisan ISIS asal Tegal, dan beberapa aktivis grup medsos mengagendakan kopi darat sekaligus idad dengan naik Sindoro pada 17 Agustus.
Jumlah simpatisan yang akan naik Sindoro sekitar 8-10 orang. Mayoritas berasal dari daerah Pantura Jateng, yaitu Brebes, Tegal, dan Semarang.
Belum diketahui nama-nama mereka karena masing-masing menggunakan nama alias di dunia maya.
Agendanya adalah pengibaran bendera ISIS di puncak Sindoro, tepat saat peringatan Detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus pukul 10:00.
Titik kumpul peserta di musala Rest Area Kledung Pass. Waktu kumpul 16 Agustus pukul 16:30 dan memulai pendakian pukul 21:00.0.
Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Liliek Darmanto, menyebut para aparat yang menangkap Taufik dan Siwi berasal dari Polres Wonosobo, Polres Temanggung, intel Kodim Wonosobo, dan Den Intel Kodam IV Diponegoro. Menurut Liliek, keduanya sudah mempersiapkan matang-matang rencana pengibaran bendera ISIS.
"Persiapannya sudah, komplet. Ada ada alat mandi, perbekalan makanan, dan bendera ISIS yang akan dikibarkan," ucap dia. (ter/wly)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/isis-asia-tenggara_20160818_184001.jpg)