Tak Jual Alkohol dan Daging Babi, Minimarket di Perancis Terancam Ditutup

Sebuah minimarket di pinggiran Kota Paris telah diperingatkan oleh pejabat lokal untuk mulai menjual alkohol

Tak Jual Alkohol dan Daging Babi, Minimarket di Perancis Terancam Ditutup
shutterstock

SERAMBINEWS.COM -Sebuah minimarket di pinggiran Kota Paris telah diperingatkan oleh pejabat lokal untuk mulai menjual alkohol dan daging babi, jika tidak, akan ditutup secara paksa.

Minimarket bernama Good Price di Colombes itu dianggap tidak mengikuti syarat dan peraturan penyewaan yang menyebutkan bahwa setiap toko harus bersikap layaknya toko bahan makanan pada umumnya di Perancis.

Pejabat Colombes berargumen bahwa semua anggota masyarakat di sana tidak dilayani secara pantas jika tidak ada produk alkohol atau daging babi di Good Price yang merupakan salah satu usaha waralaba.

"Wali Kota Colombes Nicole Goueta datang sendiri ke sana dan meminta pemilik toko untuk mendiversifikasi produk jualannya dengan menambahkan alkohol dan daging babi," ucap salah satu staf Wali Kota Jerome Besnard kepada Telegraph.

Menurut dia, saat ini penduduk lokal, terutama para orangtua, mengeluh bahwa mereka tidak lagi bisa mendapatkan segala jenis produk di Good Price semenjak menggantikan minimarket regular pada 2015 silam.

Mereka juga mengaku harus bepergian cukup jauh untuk bisa berbelanja kebutuhannya.

"Kami ingin adanya campuran sosial. Kami tidak ingin ada area yang hanya Muslim atau area tidak ada Muslim," jelas Besnard.

Otoritas perumahan Colombes berpendapat bahwa Good Price melanggar prinsip-prinsip Republik Perancis dengan mengutamakan kelompok tertentu dalam masyarakat daripada melayani untuk semua kategori.

Kejadian ini telah dibawa ke ranah hukum untuk mengakhiri masa sewa yang sejatinya baru berakhir pada 2019. Rencananya, kasus ini akan segera masuk pengadilan pada Oktober 2016 nanti.

Soulemane Yalcin, orang yang menjalankan usaha waralaba ini, mengatakan bahwa dia hanya melayani kebutuhan di area tersebut yang memiliki perumahan publik besar.

"Ini murni bisnis, saya melihat apa yang ada di sekitar saya dan memasang target dari sana. Aturan sewa untuk menjadi toko makanan umum dan kegiatan terkait hanya bisa dilihat dari perspektif apa Anda menginterpretasikan kegiatan terkait tersebut," ungkapnya kepada surat kabar Le Parisien.

Yalcin sendiri sudah menyewa pengacara untuk melawan gugatan dari otoritas perumahan Colombes.

Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved