Gara-gara Sinetron, Ratusan Warga Desa Tawuran

Polisi sampai harus menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa.

Gara-gara Sinetron, Ratusan Warga Desa Tawuran
FOTO/SOJLU
Awalnya dua oarang cekcok tentang alur cerita drama TV, lalu jadi tawuran. 

SERAMBINEWS.COM, DHAKA - Percekcokan tentang sebuah drama TV populer di Bangladesh meletus menjadi tawuran yang melibatkan ratusan orang, mengakibatkan 15 orang terluka parah, kata polisi.

Penduduk desa di kota kecil Habiganj awalnya berkumpul di sebuah kedai untuk menonton sebuah sinetron fantasi Bengali buatan India berjudul Kiranmala.

Tapi kemudian dua orang berselisih pendapat tentang alur cerita, disusul oleh terjadinya pemihakan di antara hadirin. Perkelahian massal pun pecah, sebagian menggunakan pisau dan batang kayu.

Polisi sampai harus menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa.

Kiranmala, drama fiksi ilmiah tentang seorang putri jagoan yang menyelamatkan umat manusia dari kejahatan, sangat populer di Bangladesh.

Perkelahian meletus di sebuah kedai di desa Dhol, 176km timur laut Dhaka.

Kepala polisi setempat Yasinul Haque mengatakan kepada BBC Shyadul Islam: "Dua orang awalnya bertengkar tentang cerita dalam episode drama ini, yang berubah menjadi tawuran. Ratusan orang menyerang satu sama lain dengan tongkat dan pisau."

"Polisi harus menembakkan sembilan peluru karet dan lima gas air mata untuk mengendalikan massa. Setidaknya 15 orang membutuhkan perawatan di rumah sakit."

Ratusan orang amenggunakan pisau dan tongkat untuk salaing menyerang, setidaknya 10 orang terluka. (FOTO/SOJLU)

Kantor berita AFP melaporkan bahwa sedikitnya 100 orang terluka dalam tawuran itu.

Yasinul Haque mengatakan tawuran dimulai pada Rabu malam dan berlanjut sampai Kamis pagi.

Meskipun dibuat di India, Kiranmala adalah drama TV yang paling populer di Bangladesh dalam beberapa tahun terakhir.

Tahun lalu, media lokal mengaitkan peristiwa bunuh diri dua gadis remaja Bangladesh dengan drama TV ini, setelah dilaporkan bahwa orang tua mereka menolak membelikan mereka pakaian yang sejenis dengan yang dikenakan sang putri Kiranmala.(BBC Indonesia)


Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved