Jembatan Bailey Sikalondang Miring

Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kota Subulussalam menuju Kecamatan Runding dan Longkib

* Jalur Subulussalam-Runding Terancam Putus

SUBULUSSALAM - Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kota Subulussalam menuju Kecamatan Runding dan Longkib terancam putus lantaran sebuah jembatan bailey di Sikalondang mulai miring.

Bahrin, warga Kecamatan Runding kepada Serambi, Minggu (21/8) mengatakan saat ini kondisi jembatan bailey yang berada di dekat tanjakan Desa Sikalondang, Kecamatan Simpang Kiri tersebut terancam ambruk akibat tebing tanah pada kepala jembatan runtuh tergerus air.

Kemiringan terjadi pada bagian kepala jembatan sebelah kiri dari Subulussalam menuju Kecamatan Runding. Pihak terkait tampak telah menopang kepala jembatan bailey dengan sejumlah pohon kelapa.

Menurut Bahrin, saat ini jembatan bailey yang dibangun pada awal November 2015 lalu itu mengalami kemiringan sekitar 30-40 centimeter yang dipicu struktur tanah yang labil serta gerusan air saat musim hujan. Kondisinya semakin diperparah karena dilintasi kendaraan bertonase tinggi seperti tangki pengangkut minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.

Padahal, jembatan bailey hanya mampu menyokong beban kendaraan tiga ton. Di lokasi jembatan mulai dipasang dua lembar papan nama sebagai pengingat kepada pengguna jalan bahwa kapasitas jembatan maksimal hanya tiga ton. Saat ini, kendaraan yang bertonase lebih dari tiga ton terpaksa menempuh jalur alternatif via Suka Makmur-Makmur Jaya tembus ke Buluh Dori. Jalur ini sendiri juga terdapat sejumlah jembatan berkapasitas rendah sehingga jika dilewati kendaraan bertonase tinggi, akan menimbulkan kerusakan.

Selain di Sikalondang masih ada sejumlah jembatan di Kota Subulussalam rusak parah dan kondisinya masih darurat. Seperti di Kecamatan Longkib, sebanyak enam unit jembatan di sepanjang jalan di kawasan itu kondisinya rusak parah. “Ada enam jembatan yang rusak parah, itu pun yang terpantau saya yakin masih ada lagi di desa pelosoknya,” kata Edi Saputra, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kota Subulussalam.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Subulussalam Anasri ST saat dikonfirmasi wartawan mengatakan masalah jembatan tersebut telah dilaporkan kepada pihak provinsi. “Pihak provinsi juga telah menurunkan petugas untuk memeriksa struktur tanah dengan cara sondir,” ujarnya.

Menurut Anas, Sondir tes merupakan salah satu pengujian penetrasi yang bertujuan mengetahui daya dukung tanah pada setiap lapisan serta mengetahui kedalaman lapisan pendukung yaitu lapisan tanah keras.

Hal ini dimaksudkan agar dalam mendesain fondasi yang akan digunakan sebagai penyokong kolom bangunan di atasnya memiliki faktor keamanan agar tidak mengalami penurunan atau settlement.

”Petugas sudah turun ke lapangan untuk mensondir tanah jembatan itu, ini untuk menentukan bangunannya apakah bisa pakai tiang pancang atau tiang sumur,” ujar Anasri. Selain itu, kata Ansari, pihaknya juga sudah membawa tim Pansus DPR Aceh meninjau kondisi jembatan.(lid)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved