Mengejar Akreditasi Paripurna

AKREDITASI rumah sakit merupakan pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada manajemen

AKREDITASI rumah sakit merupakan pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada manajemen rumah sakit, karena telah memenuhi standar yang ditetapkan. Saat ini RSUD Meuraxa telah mendapatkan akreditasi B dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit.Sejalan dengan upaya peningkatan kualitas yang terus menerus, rumah sakit milik Pemerintah Kota Banda Aceh ini menargetkan meraih Akreditasi Paripurna dalam beberapa bulan ke depan.

Manajemen RSU Meuraxa melakukan pembenahan di sanasini menuju Akreditasi Paripurna. Upaya tersebut dilakukan dengan menambah berbagai fasilitas dan meningkatkan mutu SDM. “Harapannya mendapatkan Akreditasi Paripurna. Mudah-mudahan, Insya Allah, karena ini memang tidak udah,” kata Syahrul. Dijelaskan, semua tindakan harus didasarkan pada Standar Prosedur Operasi yang ada. “Kalau masuk UGD, apa yang dilakukan pertama, berapa menit dapat tindakan, dan lain sebagainya. Yang kedua tentang keselamatan pasien, harus bisa dibuktikan.

Jadi, kalau misalnya pasien tidak boleh jatuh, tempat tidur harus bagus. Berikutnya,fasilitas pun harus dipenuhi, mulai dapur, mesin cuci, keterampilan dokter dan perawat, kamar mayat. Semua dinilai,” kata dia.Saat ini pihaknya telah memberikan pelayanan sesuai dengan standar rumah sakit kelas B. Sejalan dengan bergulirnya waktu, akan ditambah berbagai fasilitas hingga bisamemenuhi standar yang ditentukan untuk meraih Akreditasi Paripurna. “Tetapi, jangan salah, kita bukan mengejar sertifikatnya, melainkan memberikan pelayanan terbaik yang memuaskan masyarakat.

Kalaulah dengan peningkatan kualitas tersebut mendapatkan Akreditasi Paripurna, ya alhamdulillah,” katanya. Jika kepastian layanan dan keselamatan pasien tercapai, maka orang Aceh tidak perlu lagi berobat ke Penang, eperti selama ini terjadi. “Ada jaminan kepastian layanan dan keselamatan pasien. ni saja persoalan. Kalau duahal ini tercapai, tidak perlu lagi ke Penang. Di UGD misalnya, dalam rentang 1-5 menit, harus jelas diagnosanya. Menit ke-6 harus ada tindakan, “ kata yahrul. Kualitas pelayanan terus ditingkatkan. Waktu menunggu mendapatkan obat misalnya, dijatahkan 20 menit. Komunikasi dokter dengan laboratorium atau apotek berjalan riil time secara online. “Kita nggak pakai lagi kertas, paper less,” kata dia.

Syahrul juga ingin mengejar status sebagai rumah sakitpendidikan, seperti halnya Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin. Jika bisa menjadi jejaring institusi pendidikan tinggi, maka akan banyak manfaat yang didapat, baik oleh kampusyang bersangkutan maupun bagi RSU Meuraxa itu sendiri. Transfer ilmu akan udah dilakukan. Pelayanan yang didapatkan pasien akan erlapis. Semua rumah sakit terkenal di dunia juga sekaligus sebagai rumah sakit pendidikan.

“Di samping memberikan pelayanan, juga bisa enjadi tempat pendidikan bagi mahasiswa fakultas kedokteran. Selain itu, setiap tindakan di rumah sakit, kaidah akademik akan masuk,” kata mantan Dekan FakultasKedokteran Unsyiah ini. (*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved