Breaking News:

Nelayan Seunuddon Hilang di Laut

Rajani (28), nelayan asal Desa Ulee Rubeik Barat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, dilaporkan menghilang

Editor: bakri
WARGA memperhatikan persiapan yang dilakukan TNI Angkatan Laut dan Tim SAR Aceh Utara dipantai Ulee Rubeik Barat Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara untuk mencari nelayan yang hilang, Sabtu (27/8).SERAMBI/JAFARUDDIN 

* Boatnya Ditemukan Kosong Belasan Mil dari Bibir Pantai

LHOKSUKON - Rajani (28), nelayan asal Desa Ulee Rubeik Barat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, dilaporkan menghilang di laut lepas pada Sabtu (27/8) pagi. Diduga boat yang digunakannya Rajani dihantam ombak besar sehingga ia jatuh dan tenggelam di laut. Hingga kemarin sore, pria yang baru empat bulan menikah itu belum ditemukan.

Sementara itu, boat milik Rajani ditemukan dalam kondisi kosong oleh nelayan Ulee Rubeik Barat lainnya yang sedang melaut. Boat tersebut ditemukan sekitar belasan mil dari bibir pantai kawasan desa itu. Saat ditemukan, mesin boat masih yang ditumpangi Rajani tersebut masih dalam kondisi hidup.

Informasi diperoleh Serambi, Rajani berangkat dari rumahnya usai Subuh, untuk memancing ikan tuna. Sekitar pukul 09.00 WIB, seorang nelayan dari desa yang sama menemukan boat Rajani dalam kondisi berputar-putar di laut lepas, dan dalam kondisi kosong. Hal itu disampaikan kepada keluarga Rajani. Dan menurut keluarganya, Rajani memang pergi melaut.

Karena diduga hilang setelah dihantam ombak, lalu sejumlah nelayan dari desa tersebut langsung berusaha mencari keberadaan Rajani. Bahkan kemarin tim Search And Rescue (SAR) bersama TNI Angkatan Laut juga ikut membantu mencarinya. Namun, sampai sore kemarin pemuda itu belum ditemukan.

“Boat yang ditumpangi Rajani ditemukan Muhammad Sabil (40), nelayan dari desa itu juga, saat melaut bersama sejumlah nelayan lain. Saat ditemukan, boat itu kosong, tapi mesinnya masih dalam kondisi aktif,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Wawan Setiawan melalui Kapolsek Seunuddon AKP M Rizwan kepada Serambi, kemarin.

Setelah ditemukan, warga menarik boat tersebut ke pinggir pantai, lalu bersama-sama mencari keberadaan Rajani. “Kami mendapatkan informasi itu dari nelayan lain. Warga juga sudah melaporkan kejadian itu ke tim SAR Aceh Utara untuk membantu pencarian. Kita berharap nelayan tersebut segera ditemukan,” kata Kapolsek Seunuddon.

Panglima Laot Seunuddon, Amir Yusuf kepada Serambi kemarin menyebutkan, setelah mendapat informasi itu, nelayan setempat sejak kemarin pagi ikut membantu melakukan pencarian. Pencarian juga melibatkan tim SAR bersama TNI Angkatan Laut.

“Tapi tim SAR untuk sementara terpaksa menghentikan pencarian karena ombak cukup besar di laut. Jadi tim tersebut harus menunggu ombak tidak terlalu besar, karena dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara nelayan masih terus berusaha mencarinya,” kata Amir Yusuf.(jaf)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved