Breaking News:

Nelayan Hilang belum Ditemukan

Rajani (28), nelayan asal Desa Ulee Rubeik Barat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, yang hilang

Editor: bakri

* Dua Lainnya Selamat dari Terjangan Ombak

LHOKSUKON - Rajani (28), nelayan asal Desa Ulee Rubeik Barat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, yang hilang saat memancing ikan di laut pada Sabtu (27/8) pagi, hingga Minggu (28/8) sore belum ditemukan. Rajani diduga tenggelam setelah boatnya dihantam ombak. Sedangkan boat miliknya ditemukan nelayan lain di laut lepas dalam keadaan kosong.

Sementara itu, pada hari yang sama atau beberapa saat setelah kejadian yang menimpa Rajani, satu boat lain milik nelayan Desa Lhok Pu’uk, Kecamatan Seunuddon, dilaporkan terbalik setelah dihantam ombak. Akibatnya, dua nelayan yang menumpang boat itu, Taiyuddin (30) dan Muhammad Tahir (20) asal Desa Lhok Pu’uk, tenggelam. Namun, keduanya selamat karena cepat ditolong oleh nelayan lain yang melihat kejadian itu.

“Saat proses pencarian Rajani (nelayan yang hilang), tiba-tiba kami mendapat informasi dari nelayan ada boat yang terbalik dihantam ombak. Kejadian itu cepat diketahui oleh nelayan yang lain, sehingga langsung ditolong dan keduanya selamat,” kata Panglima Laot Seunuddon, Amir Yusuf, kepada Serambi, Minggu (28/8).

Menurut Amir, kedua nelayan itu sedang memancing ikan yang berjarak belasan mil dari bibir pantai. Tiba-tiba boat yang mereka gunakan terbalik, sehingga kedua nelayan itu bersama barang dalam boat langsung tenggelam. “Boat yang mereka gunakan tidak bisa dioperasikan lagi setelah terbalik, karena dalam mesin sudah masuk air,” katanya.

Dua nelayan itu mengalami kerugian jutaan rupiah, karena barang dalam boat hilang tenggelam di laut. Sedangkan boatnya berhasil diselamatkan. Namun, mereka belum bisa melaut karena boat masih rusak. “Boat yang terbalik berhasil ditarik ke darat menggunakan tiga boat lain milik nelayan di kawasan itu juga,” katanya.

Pada Jumat, 19 Agustus 2016, pihak Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lhokseumawe, mengimbau nelayan di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe, agar tidak melaut menggunakan boat kecil untuk sementara waktu. Sebab dalam minggu itu diprediksi akan terjadi puncak gelombang tinggi di perairan setempat.

Sekretaris Tim SAR Aceh Utara, Hasbullah Ali kepada Serambi, Minggu (28/8) mengatakan, pencarian Rajani sejak Minggu pagi diperluas hingga 15 mil dari bibir pantai kawasan setempat, baik ke arah timur maupun ke arah Lhokseumawe.

Pencarian dilakukan menggunakan dua rubber boat (boat karet), karena ombaknya tidak terlalu tinggi dibanding sehari sebelumnya. “Hari Sabtu pencairan terpaksa ditunda karena ombaknya tinggi. Hari Minggu (kemarin) pencarian kemungkinan dilakukan sampai malam hari jika kondisinya masih memungkinkan,” ujar Hasbullah.(jaf)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved